Gaji Januari Tak Cair, Ribuan ASN Sumenep Menjerit Tercekik Cicilan dan Kebutuhan Hidup
MEMOonline.co.id. Sumenep- Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumenep harus menelan kekecewaan.
Hingga pertengahan Januari, gaji bulan Januari belum juga cair, memicu keluhan di berbagai instansi pemerintah daerah.
Sejumlah ASN mengaku kondisi ini berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga.
Ketidakpastian pencairan gaji membuat mereka kesulitan mengatur keuangan, terlebih bagi ASN yang memiliki cicilan rutin.
Salah satu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep berinisial I mengungkapkan keterlambatan gaji sangat memberatkan.
“Biasanya awal bulan sudah cair. Sekarang sudah pertengahan Januari, tapi belum ada kabar. Kami bingung mengatur kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menyebut, tak sedikit ASN terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Kondisi tersebut dinilai tidak wajar, mengingat gaji merupakan hak dasar pegawai yang seharusnya dibayarkan tepat waktu.
“Kami tetap bekerja penuh, kewajiban jalan terus. Tapi hak kami justru tertunda. Ini jelas memengaruhi mental dan semangat kerja,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan ASN dari kalangan guru.
Keterlambatan gaji dinilai mengganggu konsentrasi dan motivasi dalam menjalankan tugas mengajar.
Seorang ASN guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan, gaji merupakan sumber utama penghidupan keluarga.
“Sebagai guru kami tetap masuk dan mengajar seperti biasa. Tapi jujur, ada beban pikiran karena gaji belum cair,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan dan bersikap transparan terkait penyebab keterlambatan tersebut.
“Kalau memang ada kendala administrasi, seharusnya disampaikan secara terbuka,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Achmad Syahwan Effendy, saat dikonfirmasi wartawan hanya memberikan jawaban singkat.
“Langsung menghubungi ke BKAD ya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp tanpa menjelaskan penyebab maupun jadwal pencairan gaji.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumenep, Titik Suryati, belum memberikan respons.
Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat belum membuahkan hasil.
Minimnya penjelasan resmi membuat spekulasi berkembang di kalangan ASN. Mereka berharap Pemkab Sumenep segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
ASN menilai keterlambatan gaji tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga berpengaruh pada psikologis dan kinerja aparatur.
Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan pengelolaan keuangan daerah ke depan lebih tertib dan profesional.