Bangga Miliki Satu Puskesmas Berakreditasi Paripurna, Anggota Komisi IV: Pelayanan Kesehatan Belum Maksimal

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Agus Mulyono
150
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Di Kabupaten Sumenep ada 30 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 27 Kecamatan. 19 Kecamatan di wilayah daratan dan 8 Kecamatan di Kepulauan.

Akan tetapi, mayoritas puskesmas yang ada masih berakreditasi dasar dan madya. Rinciannya, 10 puskesmas berakreditasi dasar, 14 Puskesmas berakreditasi Madya, 5 Puskesmas berakreditasi Utama dan 1 Puskesmas berakreditasi Paripurna.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengungkapkan, yang memberikan penilaian terhadap Puskesmas dalam re-Akreditasi merupakan lembaga independen dari kementerian kesehatan.

Program akreditasi tersebut bertujuan untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko.

Kata dia, sistem pelayanan akreditasi puskesmas meliputi tiga aspek. Yakni, Administrasi dan Managemen (Pelayanan di kantor) Upaya Kesehatan Perorangan (tekhnis pengobatan di dalam puskesmas) dan Upaya Kesehatan Masyarakat.

"Tingkat akreditasi itu ada 4, paling rendah itu Dasar, baru Madya, terus Utama tertinggi itu Paripurna," ungkapnya. Senin (19/10/20).

Meski mayoritas Puskesmas yang ada berkrakreditasi Dasar dan Madya, dirinya mengklaim, pelayanan di Puskesmas sudah maksimal dengan mematuhi standar operasional prosedur (SOP), sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri kesehatan (Permenkes) nomor 75 tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat.

"Pelayanan Puskesmas sudah maksimal, kita juga harus berbangga karena sudah ada satu Puskesmas terakreditasi Paripurna di Kecamatan Guluk-Guluk itu, dan satu-satunya di Madura," klaimnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai tingkat Utama dan Paripurna tidaklah mudah. Artinya butuh proses panjang untuk sampai ke tingkatan tersebut.

"Pelaksanaan akreditasi 3 tahun sekali, jadi yang lain juga masih proses," ujarnya.

Sementara itu anggota komisi IV DPRD Sumenep M Syukri mengatakan, kualitas pelayanan kesehatan di Sumenep masih belum maksimal. Terbukti, mayoritas puskesmas masih berakreditasi Dasar dan Madya.

"Brarti kalau mayoritas terakreditasi Dasar dan Madya pelayanannya masih kurang, terutama di kepulauan," katanya.

Menurutnya meski telah memiliki satu Puskesmas terakreditasi Paripurna, keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan masih tetap ada.

Bahkan, tak jarang dirinya manerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait kualitas pelayanan kesehatan, baik di RSUD Moh Anwar maupun di Puskesmas.

Dirinya menilai, laporan dan keluhan dari masyarakat tersebut menjadi bukti jika dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap orang sakit belum maksimal.

"Banyak pasien yang tidak terlayani dengan baik, karena masih banyak keluhan dari masyarakat, jadi pihak eksekutif jangan abai, kualitas pelayanan kesehatan harus diperhatikan dan menjadi skala prioritas," pungkasnya. (Zai/red)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Pulang Kerumah Bapaknya di Jl. Darma Gang 1 No. 4 Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana...

MEMOonline.co.id, Bandung - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI Provinsi Jawa Barat resmi melaunching website smsijabar.com melalui...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Kepala Kepolisian Resort Lumajang Jawa Timur AKBP Deddy Fourry Millewa bersama anggotanya,...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Pendistribusian logistik pemilu 2020 mulai dilakukan KPU Kabupaten Sumenep...

Komentar