Rumah Makan Rawon Nguling Probolinggo Berduka, 8 Anggota Keluarganya Positif Corona, Dua Meninggal Dunia

Foto : Suasana Rumah Makan Rawon Nguling Sepi Dan Tutup 
890
ad

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Pemerintah Kabupaten Probolinggo kembali berduka ,setelah kejadian Dua anggota keluarga RM. Rawon Nguling, di Jalur Pantura Probolinggo–Surabaya, meninggal dunia akibat covid-19. 

Selain itu, ada beberapa anggota keluarga rumah makan terkenal itu, yang juga terkonfirmasi positif covid-19. Saat ini, rumah makan itu sudah tutup.
Sepi dan tak ada aktifitas. Itulah yang Nampak di depan RM. Rawon Nguling, di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 

Biasanya, rumah makan yang terkenal dengan olahan daging sapi itu, ramai dipenuhi pelanggan. Sejumlah karangan bunga tanda duka, juga terlihat berjajar di bagian depan rumah makan itu.

Informasi yang dihimpun, dua anggota keluarga rumah makan itu, meninggal pada hari yang berbeda. Sebelum meninggal, kedua korban dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan swab mandiri. Selain itu, ada riwayat penyakit bawaan pada kedua korban ini. Di antaranya, adalah penyakit jantung. Jasad keduanya pun, dimakamkan dengan protokol Kesehatan covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joeliyanto menyebut, selain kedua pemilik yang meninggal karena positif covid-19, ada beberapa anggota keluarga lainnya yang juga terpapar.

“Sehingga total ada delapan anggota keluarga 
rumah makan, yang sudah dinyatakan positif covid-19. Berdasarkan hasil swab. Dua di antaranya meninggal di hari yang berbeda. Enam sisanya, masih dirawat,” katanya, Rabu (5/8/2020).

Selain uji swab pada kerabat inti, satgas penanganan covid19 juga melakukan uji swab pada seluruh karyawan rumah makan rawon nguling. Sambil lalu, seluruh kerabat dan karyawan rumah makan itu dilakukan isolasi di rumah Sakit Tongas dan rumah sehat karantina covid19 milik Pemkab Probolinggo.

Berdasarkan keterangan kerabat yang enggan namanya disebut, awal mula penularan berasal dari salah satu anggota keluarga yang bepergian ke Malang.

Selanjutnya, menularkan ke kedua orang tuanya. Lalu ke anggota keluarga lainnya. Hingga akhirnya, karena ada keluhan sakit tenggorokan, maka periksa ke dokter keluarga. Oleh dokter, disarankan agar swab mandiri.

Dari hasil swab itulah diketahui, jika positif covid-19. Sebagai antisipasi, tracing juga dilakukan ke kerabat lain, yang punya riwayat kontak erat. Sejauh ini, satgas masih menunggu hasil swab dari 24 karyawan rumah makan Rawon Nguling yang belum keluar. Pada masyarakat, satgas covid-19 Kabupaten Probolinggo berpesan, agar tetap disiplin protokol kesehatan. Serta memakai masker saat aktivitas. (Agus)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama TNI-Polri melaunching Team Mobile Covid-19...

MEMOonline.co.id, Sumenep -  Proses pencarian terhadap korban nelayan hilang akhirnya membuahkan hasil....

MEMOonline.co.id, Sumenep - Masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya di Kecamatan Gapura digegerkan oleh penemuan sesosok bayi...

MEMOonline.co.id, Toba - Pemimpin tertinggi (Eporus) pertama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Dr. I. L. Nommensen yang dimakamkan di komplek...

MEMOonline.co.id, Jember -  Dalam ulang tahunnnya yang ke 75 Palang Merah  Indonesia (PMI) terus  berjuang...

Komentar