Buntut Kasus Penggerebegan Pesta Narkoba di Resto Wiraraja Pamekasan, Dua Anggota BNN dan Satu Anggota Polres Sumenep Dipriksa Propam

Foto: Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Bambang Hermanto
652
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Kasus penggerebekan pesta narkoba/inex di resto wiraraja terus berlanjut. Dari yang semula hanya dikabarkan 12 orang terperiksa, saat ini jumlahnya bertambah menjadi 15 orang terperiksa.

Tiga orang terperiksa tersebut, masing-masing 2 diantaranya merupakan anggota BNN Sumenep. Sedangkan 1 orang lainnya, merupakan anggota Kepolisian Resort Sumenep.

Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Bambang Hermanto, saat dikonfirmasi Tim Mmemoonline.co.id di kantornya. Jum'at (26/6/20) menerangkan jika hingga saat ini proses penyelidikan dan penyidikan 15 tersangka tersebut sudah masuk ke Profesi Pengamanan Kepolisian (Propam).

"Jadi 15 tersangka itu masih ditahan," terangnya.

Menurut Bambang, pihaknya menahan tiga orang tersebut karena ketiganya juga ikut berada di lokasi pada saat penggerebekan.

"Isu dilepas itu tidak benar, kata siapa dilepas, ketiganya juga masih proses pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, dalam aktivitas apapun, pihak Polres Sumenep maupun BNN Sumenep tidak pernah melakukan koordinasi dengan Polres Pamekasan. Bahkan tidak pernah melaporkan jika anggotanya itu ditugaskan di wilayah arek lancor 

"Kami tidak pernah menerima laporan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BNN Sumenep Bambang Sutrisno mengatakanan, pihaknya tidak melakukan koordinasi dengan dengan Polres Pamekasan karena bukan kasus A1, artinya hanya sebatas penyelidikan. Selain itu pihaknya juga tidak membutuhkan bantuan personil.

"Perlu diketahui, wilayah kerja BNN Sumenep itu di tiga Kabupaten, yakni Sumenep,  Sampang dan Pamekasan. Media saja yang terlalu memojokkan kami," katanya

Demikian pula disampaikan oleh Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, bahkan pihaknya belum menerima laporan terkait beredarnya informasi salah satu anggotanya tertangkap kasus Narkoba di resto wiraraja tersebut.

"Saya belum menerima laporan, kami masih sibuk mengurus serah terima jabatan pak Kapolres," ucap Widiarti melalui saluran telepon. Jum'at (19/6/20) lalu. (Tim/red).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang teller...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Anggaran pendampingan korban kekerasan bagi anak dan perempuan di...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Hari ini, Sabtu (11/7/2020) pagi, tepatnya di Jalan Raya Tlekung, No.315, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Sampang - Madrasah akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Pro dan Kontra terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila...

Komentar