Viral ! Paripurna Istimewa  Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden di DPRD Sumenep Hanya Dihadiri Lima Anggota, Wabup Sindir  Banyak Anggota yang Kurang Sehat

Foto: suasana di ruang paripurna kantor DPRD Sumenep
498
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep -Sidang Paripurna Istimewa dengan Agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT RI ke 74 2019 hanya dihadiri lima anggota dewan.

Peristiwa tersebut sontak menjadi viral di media sosial, karena Bupati Sumenep A. Busyro Karim juga tidak hadir pada rapat yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Sekretariat DPRD Sumenep, Jum'at (16/8/2019).

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, tidak masuknya mayoritas Anggota Dewan itu dikarenakan sakit.

"Ya kemungkinan, banyak yang kurang sehat, saya juga kurang sehat ini. cuma saya coba terus bersemangat, karena hari kemerdekaan saat ini. Mungkin yang lain kurang sehata cuaca saat ini, pancaroba kan," katanya usai mengikuti sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sumenep,

Fauzi menilai, sakitnya Anggota Dewan dinilai cukup parah. Sehingga tidak bisa hadir dalam rapat paripurna tahunan itu. "Mungkin tidak kuat lari, kurang sehat," jelasnya.

Apakah karena jelang masa Purna Tugas?, Fauzi memastikan bukan faktor utama. Melainkan ketidak hadiran mereka karena sakit. "Tidak juga menurut saya, karena mungkin berhalangan. Ada yang kurang sehat, pasti bermacam-macam alasannya. yang pasti Wakil Bupati juga kurang sehat, tapi bersemangat 45, ya kan," jelasnya.

Apakah Bupati juga kurang sehat?, Fauzi membenarkan. "Bisa jadi, semalam saya tidak hadir karena kurnag sehat," tuturnya.

Padahal kata dia, Rapat Istimewa ini bersifat penting dan tidak harus dikalahkan dengan kegiatan lain. Sebab, dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyangkut visi misi Presiden dan juga pembangunan Indonesia kedepan.

"Pidato yang disampaikan presiden ini menyangkut visi dan misi presiden kedepan. Sehingga Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi juga harus mengetahui apa yang menjadi keinginan Pemerintah Pusat. Sehingga pembangunan sampai daerah itu bisa seirama," tegasnya.

Sementara pola pembangunan yang bakal dicanangkan di Sumenep kata Fauzi, tetap mengacu pada visi dan misi awal, yakni "Bangun Desa Nata Kota".

"Otomatis jangka pemdek tetal pembangunan infrastruktur yang kami bangun sesui visi misi Nata Kota Bangun Desa. Namun, karena pidato Presiden lebih pada peningkatan SDM (sumber daya manusia), maka kedepan juga akan ada peningkatan SDM juga," tegasnya. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Warga Dusun Makalah, Desa Padangdangan, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Jember – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember,...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Dihadapan para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Staf Ahli di lingkungan Pemerintah Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kembali melakukan penyegadan sejumlah jajaran Kepolisian...

MEMOonline.co.id, Sampang - Pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

Komentar