Bagi Madura United, Kemenangan Menjadi 'Harga Mati 'Agar Bisa Melenggang ke Babak Berikutnya

Foto: Derby Suramadu, Madura United vs Persebaya Surabaya (Dok. MU)
177
ad

MEMOonline.co.id, Bandung - Laga sengit Madura United vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan babak penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada Minggu (28/3/2021) malam, berakhir dengan skor 1-2.

Usai pertandingan pelatih Madura United, Rahmad Darmawan atau yang biasa disapa Coach RD itu memberikan evaluasi atas kekalahan yang dialami oleh timnya.

Coach RD dalam preskonnya mengatakan bahwa ini merupakan sebuah pelajaran bagi Madura United untuk lebih menata diri kedepannya dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

Mantan pelatih Sriwijaya FC itu menyebut ada beberapa kesalahan fatal yang dibuat oleh anak asuhnya.

"Pertandingan hari ini kita memulai dengan mengambil inisiatif untuk mencoba memenangkan pertarungan. Kita cukup efektif dalam beberapa situasi dalam menciptakan peluang. Namun sayang, efektivitas pemainnya untuk mengkonversikan peluang menjadi gol terbilang kurang maksimal," ungkap pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, Minggu (28/3/2021) dini hari.

Rahmad Darmawan pun berpandangan bahwa finishing touch menjadi satu di antara permasalahan yang menjadi tugas besarnya di laga berikutnya.

"Kita sangat dominan mengenai jumlah peluang namun efektifitas dalam menyelesaikan setiap peluang yang harus terus kita benahi. Dan memang butuh ketenangan di sana," jelas Coach RD.

Evaluasi kesalahan lainnya, disebut manajer Madura United itu yakni keteledoran pemainnya dalam mengantisipasi pergerakan lawan, khususnya untuk di second line Persebaya Surabaya.

"Tapi sekali lagi memang akhirnya dalam babak kedua terutama setelah lewat 25 menit, kita kesulitan mengantisipasi lini tengah. Setiap second ball kita kalah jumlah di lini tengah," ujarnya.

Disinggung mengenai taktik yang digunakan, RD mengakui bahwa sebenarnya telah menebak bagaimana cara bermain Persebaya Surabaya.

Namun, lanjut Coach RD, terdapat beberapa hal yang tak berjalan lancar sehingga membuat timnya kesulitan dalam mengembangkan permainan.

"Mengenai pertahanan Persebaya Surabaya, kita sudah antisipasi dengan menggunakan compact defensive. Kita menunggu dan counter attack. Makanya kita main sedikit melebar. Saya mencoba menempatkan Bayu di luar dengan Alvin diluar juga Marco untuk naik melebar," urai RD.

"Dan kemenangan menjadi harga mati bagi Madura United untuk bisa melenggang ke babak perempat final Piala Menpora 2021," pungkasnya.

Penulis: Bam

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep – Setidaknya, tiga dari 284 orang Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Thoriqul Haq, Bupati Lumajang kembali menerima penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebuah pohon di tepi jalan arah Senduro masuk Desa Banjarwaru Kecamatan Kota Kabupaten Lumajang Jawa Timur roboh, Selasa...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Tingginya angka kasus Covid-19 di Bangkalan saat ini membuat prihatin banyak pihak. Tak hanya...

MEMOonline.co.id, Sampang - Fathorrohman, warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diamankan Tim Dhemit...

Komentar