Prestasi Luar Biasa, 2,5 Juta Pil Koplo Berhasil di Sita Polresta Kota Malang.

Foto: Kapolres Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata,saat rilis 2,5 juta Pil Koplo
275
ad

MEMOonline.co.id, Malang - Polresta Kota Malang berhasil ringkus AAS, 31, alias Bolang. Warga Sukun pengedar 2,5 juta pil LL,dan jumlah tersebut menjadi prestasi bagi Polresta Malang Kota.

“Total barang yang di sita sebanyak 2.492.000 butir. Ini sangat luar biasa banyak sekali,dan Ini merupakan prestasi,” ujar Leo, sapaannya, kepada wartawan, di Polresta Makota, Selasa (12/1).

Leonardus menceritakan kronologi awal pengungkapan kasus tersebut. Awalnya, Satreskrim Polsek Sukun melakukan penyelidikan.Hasilnya, pria bernama DTR tertangkap. Selanjutnya, polisi melakukan interogasi.

“Dalam pengakuannya, DTR membeli pil koplo dari AAS. Yakni, sebanyak dua botol berisi seribu butir. Harganya 650 ribu,” ujar Leonardus.

DTR dan AAS bertransaksi di Jalan Rajawali Sukun.tepatnya, pada hari Kamis 7 Januari 2021. Setelah itu, polisi mengembangkan kasus tersebut. Sehingga, petunjuk mengarah kepada AAS.

Polisi juga menangkapnya di di Jalan Abdilah. Polisi membekuk AAS Jumat (8/1) sekira jam 22.00 WIB.

“AAS mengakui telah mengedarkan/menjual berupa pil koplo,” tuturnya.

Saat pengeledahan ASS, polisi mendapati sejumlah barang bukti. Yaitu, 75 botol warna putih berisi seribu butir pil koplo. Totalnya 75 ribu butir.Lalu, 117 plastik pil koplo. Isinya 117.00 butir pil koplo.

Polisi juga melanjutkan penggeledahan di gudang penyimpanan koplo. Lokasinya di Jalan Tenis Meja.

“Saat itu berhasil menyita barang bukti. Berupa, 23 kardus berisi seratus ribu butir pil koplo. Sehingga, totalnya 2,3 juta butir,” terangnya.Total barang bukti pil koplo 2,492 juta butir. AAS mengaku mendapatkan barang dari M.

M berasal dari Jakarta. AAS mendapat tugas menjualkan dengan iming-iming komisi.

“AAS kenal majikannya M tersebut sejak 7 bulan lalu. M mengirim pil koplo melalui paket. Setoran uangnya melalui rekening,” jelasnya.

AAS bersedia menjualkan pil koplo. Karena dia mendapat komisi Rp 500-800 ribu. Ini juga tergantung berapa banyak pil yang terjual.

Akibat perbuatannya tersebut keduanya melanggar pasal 197 atau pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Dahlan/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebanyak 1753 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Laga Madura United FC versus PSIS Semarang yang akan digelar di Stadion Wibawa Mukti Bekasi...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Puluhan pemilik kapal yang tergabung dalam HNPP (Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan ) Samodra...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Tawuran sekelompok pemuda tersebut terjadi di Bundaran Gladak Serang Kecamatan Kanigaran Kota...

Komentar