Jokowi Hadir di HUT Megawati Soekarnoputri

Presiden Jokowi di acara ulang tahun Megawati Soekarnoputri
1292
ad




Memoonline.co.id, Jakarta Pusat-Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan hari ulang tahun Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ke-71. Perayaan dilangsungkan di Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2017)
 

Megawati yang bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau biasa disapa "Mbak Mega" lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947; adalah Presiden Indonesia kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004.

Mega merupakan Presiden Indonesia wanita pertama dan puteri dari presiden Indonesia pertama, Soekarno.


Kehadiran Jokowi di ulang tahun Mega, hampir bersamaan dengan Wakilnya,Jusuf Kalla yang tiba

di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB.

 

Para tokoh nasional, tokoh politik,pejabat negara dan tokoh penting lainnya nampak juga hadir.


Tak lama setelah kehadiran Jokowi-JK, Megawati pun langsung menuju ke atas panggung untuk membuka acara.

"Yang saya hormati Bapak Jokowi, Bapak Jusuf Kalla," sapa Megawati.

Dalam acara HUT Megawati ke-71 kali ini, undangan yang hadir disajikan tontonan teater bertajuk "Satyam Eva Jataye" yang dalam bahasa Sansekerta bermakna ‘hanya kebenaran yang berjaya’

karya seniman Butet Kertaradjasa.


"Semoga pertunjukan ini bisa sejenak melupakan tahun politik yang kayaknya menegangkan," kata Megawati.

 

Inti cerita adalah soal persaingan memperebutkan kekuasaan antara raja dan penghianat di kerajaannya.

Drama tersebut kadang dibawakan secara serius, kadang diselingi lawakan. Pesan-pesan satir pun disampaikan oleh para pemain.

Pementas teater di antaranya Sujiwo Tejo, Soimah, Sruti Respati, Butet Kartaredjasa, Happy Salma, Inayah Wahid, Cak Lontong dan lainnya.

 

Sesekali Jokowi 'disinggung' secara tak langsung oleh para pemeran.

Seperti Inayah Wahid yang memainkan peran anak ratu. Dirinya sempat bercanda soal martabak dengan pandangan mata melirik Jokowi.  

"Kalau martabak udah ada yang jualan," katanya disambut tawa seisi penonton teater.

Ada dua karakter antagonis dalam cerita, yaitu Susilo dan Marwoto. Dalam salah satu bagian cerita, sang permaisuri meminta bantuan Susilo untuk memberi pencerahan tentang mimpinya. Namun, Susilo dianggap tak menyelesaikan masalah.

"Susilo memang tidak pernah memberi pencerahan," kata Marwoto menanggapi keluhan permaisuri.

Beberapa kali candaan bernada satir dilemparkan. Seperti saat Cak Lontong yang berperan sebagai pencuri mengingatkan rekannya agar tak terlalu cepat berlari menghindari pengejaran.

"Lari kenceng nanti nabrak tiang listrik," ucapnya yang kembali disambut gerrrr dan tawa penonton. (Bam/Diens).
 


 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi dan mutasi sejumlah pejabat di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sekretariat Bersama Media Online Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (SEKBER LIPAN-RI)...

Komentar