Terungkap ! Oknum Guru Ngaji yang Diduga Nekat Cabuli Tiga Santrinya di Sumenep Ternyata Punya Jabatan Mentereng di Desa

Foto: Ilustrasi pelecehan seksual
513
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Identitas Sosok guru ngaji yang diduga tega mencabuli tiga santrinya di Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Oknum guru ngaji tersebut yakni R (50), belakangan diketahui menyandang status sebagai Ketua RT di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Sumenep.

“Itu guru ngajinya adalah Ketua RT di desa ini,” kata salah satu sumber terpercaya yang diterima tim media ini. Kamis malam (09/05/2024).

Menurutnya, pada malam kejadian 'R' langsung digrebek oleh keluarga korban.

“Malam Rabu kemarin itu dah yang pas ramai, keluarga korban langsung mendatangi rumah oknum guru ngaji tersebut,” kata sumber tersebut menjelaskan.

Narasumber itu juga mengatakan, bahwa para korban yang notabene anak di bawah umur tersebut, kebanyakan masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Dan akibat ulah oknum guru ngaji tak senonoh itu, membuat warga Desa Pangarangan heboh.

Sebab, langgar atau mushalla yang seharusnya menjadi tempat mengaji dan menimba ilmu keagamaan oleh anak-anak, ternodai oleh kelakuan oknum guru ngaji itu.

Masalah tersebut kini jadi buah bibir masyarakat.

Untuk diketahui, kronologi kejadian pencabulan yang melibatkan oknum guru dengan tiga orang santriwati itu, diduga terjadi pada malam Selasa (7/5/2024).

Tepatnya di sebuah musholla yang berlokasi di Jalan Jati Emas, RT 008/RW 003, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

Saat itu, tersangka R diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap tiga santrinya yang masih di bawah umur.

Sontak ulah tak senonoh R terhadap tiga santrinya, menuai reaksi Masyarakat.

Bahkan masyarakat Desa Pangarangan yang geram dengan tindakan tak terpuji R, beramai - ramai melakukan penggerebekan ke rumah pelaku.

Mereka menuntut R, agar dihukum seadil-adilnya. Sebab keluarga korban ada yang telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Bahkan Polres Sumenep telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Sayangnya, Kepala Desa Pangarangan masih belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Penulis     :   Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id- Khayalan untuk ikut perayaan 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pun sempat membersit di ujung harapan dalam kondisi...

MEMOonline.co.id, Surabaya- Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menjadi sorotan usai mengeluarkan fatwa yang menimbulkan kontroversi. Dalam...

MEMOonline.co.id, Malang- Pengasuh Pesantren Luhur Malang, Moh. Danial Farafish, S.H., S.Hum., M.Ag., atau akrab disapa Gus Danial ikut meramaikan...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Sekolah Menengah Pertama Negeri 01 Sukodono Lumajang (SKODSA) menggelar haflah akhirussanah atau perayaan akhir tahun...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Banyak kepala desa yang keluar saat prosesi serah terima SK perpanjangan masa jabatan, ternyata membuat Pj. Bupati...

Komentar