Tak Ingin Punah, Disbudparpora Sumenep Bangkitkan Kembali Kesenian Klenengan Melalui Siswa SD/SMP

Foto: Siswa SD menampilkan musik tradisional Klenengan di Museum Keraton Sumenep, Rabu (21/12/2022).
2358
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membangkitkan kembali kesenian klenengan yang hampir punah, melalui siswa SD/SMP.

Hal itu dilakukan, karena Disbudparpora Sumenep tidak ingin kesenian tradisonal tersebut punah, lantaran tidak ada generasi yang melanjutkan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sumenep (Disbudparpora) Moh. Iksan, mengaku sangat mendukung penuh semua kegiatan kesenian, utamanya musik Klenengan.

"Kami dukung, malah kami rangkul semua komunitas kesenian. Bahkan untuk klenengan kami sudah kerjasama dengan beberapa sekolah SD dan SMP untuk diadakan ekstrakurikuler," ujarnya, Rabu (21/12/2022).

Bahkan dirinya sudah membuatkan jadwal khusus untuk penampilan klenengan, dan ditempatkan di Museum Keraton Sumenep, yang berlokasi di jalan Dr. Sutomo No. 6, Desa Pajagalan, Kecamatan Kota.

Sebab menurutnya, musik tradisional harus terus diperkenalkan kepada generasi penerus, agar kesenian ini tidak punah serta terus dicintai oleh generasi muda.

"Biar ada regenerasi. Kalau yang main anak-anak juga lebih menarik," terangnya.

Sementara Moh. Rifa'i sebagai pendamping Klenengan sekaligus pendiri Sanggar Karawitan Kuda Panoleh dan Putri Ayu ini menjelaskan, sanggar yang didirikannya sejak April 2004 lalu, ingin terus menunjukkan kepada masyarakat tentang nilai seni Karawitan atau yang lebih dikenal dengan nama Klenengan.

"Klenengan ini sering ditampilkan kalau ada tamu penting di Pendopo, kadang juga di acara pernikahan," jelasnya.

Bahkan dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten, dirinya mengaku sangat terbantu dalam mengenalkan kesenian klenengan kepada generasi muda.

Sebab Disbuparpora Sumenep, sudah memberikan jadwal seminggu dua kali untuk para siswa berlatih di Pendopo Keraton.

"Sekarang sudah banyak yang tergabung di kesenian ini. Jika dulu hanya diminati kaum laki-laki, sekarang siswa perempuan pun ikut menabuh klenengan," tuturnya.

Oleh sebab itu, Rifa'i berharap kesenian klenengan ini terus dilestarikan, agar kesenian tradisional tersebut menjadi ciri khas musik tradisional Sumenep.

Penulis      :    Gita Larasati

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar