MEMO Online › Pemerintahan

Tidak Main main ! Pemkab Sumenep Gelontorkan Dana Rp1,1 Miliar untuk Program Mudik Gratis 2026

Kamis, 05 Maret 2026 21:15 WIB

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Semenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menghadirkan program mudik gratis bagi para perantau pada momentum Lebaran Idul Fitri 2026.

Program ini disiapkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga Sumenep yang bekerja di luar daerah, khususnya di Jakarta.

Tidak main-main, anggaran yang disiapkan Pemerintah daerah melalui dana APBD demi memulangkan ratusan perantau pulang kampung tanpa harus menanggung biaya transportasi, baik melalui jalur darat maupun laut, sebesar sebesar Rp1,1 miliar.

Program mudik gratis rute Jakarta–Sumenep dijadwalkan berangkat pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 05.30 WIB.

Para peserta akan berkumpul di Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, sebelum diberangkatkan menuju Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan program mudik gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, sebagaimana semangat dalam tagline Bismillah Melayani.

“Program ini bukan sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung, tetapi juga bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat, khususnya warga Sumenep yang bekerja dan merantau di Jakarta,” ujar Bupati Fauzi, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, tradisi mudik memiliki makna mendalam bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga Sumenep.

Namun di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, biaya transportasi kerap menjadi kendala utama bagi para perantau untuk pulang ke kampung halaman.

Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah konkret dengan menanggung biaya tiket perjalanan para pemudik agar mereka dapat berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Zulkarnaen, menjelaskan bahwa untuk jalur darat pemerintah menyiapkan delapan armada bus dengan kapasitas masing-masing 45 kursi.

Anggaran sebesar Rp260 juta dialokasikan untuk transportasi darat tersebut.

“Betul, Rp260 juta untuk transportasi darat dan sekitar Rp850 juta untuk pembelian tiket kapal laut,” jelasnya.

Selain jalur darat, Pemkab Sumenep juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp860 juta untuk pembelian tiket kapal laut bagi pemudik dengan tujuan wilayah kepulauan.

Empat armada kapal yang akan melayani rute kepulauan yakni Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS III, dan Sabuk Nusantara.

Dzoel, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa skema yang digunakan bukan menyewa kapal secara penuh, melainkan pembelian tiket penumpang oleh pemerintah daerah.

“Bukan sewa kapal, tetapi sistemnya pembelian tiket. Jadi tiket penumpang yang dibayarkan oleh Pemkab kepada pihak kapal,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh anggaran yang disiapkan difokuskan untuk pembiayaan tiket penumpang.

Para peserta juga diimbau hadir lebih awal di lokasi keberangkatan guna memperlancar proses registrasi serta memastikan keberangkatan berjalan tertib dan lancar.

Pemerintah daerah juga memastikan armada yang digunakan dalam kondisi layak dan aman, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan nyaman hingga tiba di kampung halaman.

Berita lain di Pemerintahan