MEMO Online › Ekonomi & Bisnis

‎Sinergi Bumdes dan UMKM Pasrujambe: Pusat Kuliner Wisata Tumbuh, Omset Tembus Rp10 Juta Per Bulan

Kamis, 01 Oktober 2026 14:28 WIB

Foto : Jumiati, Penanggung Jawab Divisi Pemasaran Bumdes Pasrujambe Semeru Lestari.
Foto : Jumiati, Penanggung Jawab Divisi Pemasaran Bumdes Pasrujambe Semeru Lestari.
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang- Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, kini kian menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang tak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan rasa lewat geliat ekonomi warga yang dikelola secara terpadu.

‎Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pasrujambe Semeru Lestari kini mengelola pusat informasi wisata sekaligus pusat oleh-oleh khas desa, dengan fokus utama pada pengembangan kuliner lokal. Langkah ini mengukuhkan posisi kuliner sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata.

‎Jumiati, Penanggung Jawab Divisi Pemasaran Bumdes Pasrujambe Semeru Lestari, menjelaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kesinergian yang kuat antar pelaku usaha mikro di desa.

‎"Kami tidak berjalan sendiri. Di sini berpadu kekuatan dari Pawon Sawal, Warung Nurma, dan Mama Zio Kitchen — masing-masing menyumbangkan keunikan produknya, lalu kami pasarkan secara bersama-sama," ungkap Jumiati, Kamis (1/10/2026).

‎Salah satu produk unggulan yang dihasilkan melalui kerja sama antar-pelaku usaha adalah tela oven, yang menjadi bukti nyata kolaborasi lintas UMKM di desa.

Keseriusan pengelolaan ini mendapat pengakuan dan dukungan.

Desa Pasrujambe masuk dalam jajaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), di mana Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mendapat pendampingan dari Bank Indonesia melalui program Dedikasi untuk Negeri.

‎Hasilnya terlihat nyata. Saat ini, omzet pengelolaan pusat kuliner dan oleh-oleh khas desa mencapai Rp10 juta per bulan.

Angka ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa sinergi, keterbukaan, dan kerja sama antarpelaku usaha mampu mengangkat perekonomian warga secara berkelanjutan.

‎Pengelolaan ini juga menjadi model satu pintu pemasaran, beragam produk khas, dan banyak tangan yang bekerja. Semakin kuat ikatan antar-UMKM, semakin kokoh fondasi kemajuan desa.

‎Perkembangan Desa Pasrujambe patut dipantau — bukan hanya sebagai tempat singgah wisata, melainkan bukti bahwa desa mampu berdiri tegak atas kekuatan kreativitas dan kebersamaan warganya sendiri.(Mas Her)

Berita lain di Ekonomi & Bisnis