MEMO Online › Ekonomi & Bisnis

PWI Sumenep Anugerahkan Penghargaan Tokoh UMKM Kepada Pelaku Usaha Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 16:31 WIB

Foto: Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid
Foto: Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep menggelar sarasehan dan penganugerahan tokoh UMKM di Aula Tuan Gubhe, Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Selasa (20/10/2026) pagi.

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers dalam menjalankan peran strategisnya untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kontribusi wartawan tidak semestinya berhenti pada pemberitaan mengenai jumlah dan perkembangan pelaku UMKM.

“PWI dan teman-teman jurnalis sebenarnya tidak hanya cukup, bukan hanya mencatat atau menulis berapa jumlah dan perkembangan UMKM. Tidak cukup hanya membuat narasi bagaimana sektor dan berapa jumlah UMKM di wilayah Kabupaten Sumenep,” ungkap Warid dalam sambutannya.

Ia menilai, perhatian terhadap UMKM perlu diarahkan pada upaya membantu pelaku usaha bertahan, berkembang, dan meningkatkan skala bisnis di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Karena itu, diperlukan ruang diskusi yang mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pengembangan yang lebih konkret.

"Tidak cukup hanya mencatat perkembangan UMKM, tetapi bagaimana mereka bisa bertahan, berkembang, dan naik kelas. Kami menganggap perlu ada diskusi yang lebih panjang dan dialogis untuk membahas tantangan serta perkembangan UMKM,” papar Faisal.

Faisal berharap, sarasehan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pertemuan, tetapi mampu melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan UMKM di Sumenep.

Penganugerahan tokoh UMKM juga diharapkan menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras pelaku usaha sekaligus memotivasi pengusaha lainnya.

“Harapan kami, ini bukan sekadar simbolis atau pemberian penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap dedikasi atau kerja keras tokoh UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskopumkmdisperindag Sumenep Moh. Ramli, yang hadir mewakili pemerintah daerah, mengapresiasi inisiatif PWI Sumenep dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Menurut Ramli, UMKM memiliki daya tahan yang patut diperhitungkan, termasuk ketika menghadapi tekanan ekonomi seperti pandemi Covid-19.

Keberadaan sektor ini dinilai penting karena aktivitas usahanya bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan turut menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“UMKM di Sumenep ini luar biasa dinamikanya atas roda perekonomian. Ketika masa Covid-19, kelas UMKM ini masih bisa tertahan dengan segala keadaan terdampak, pasti, tapi tidak separah di level di atasnya,” papar Ramli dalam sambutannya.

Meski demikian, ia mengakui pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, terutama keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan modal.

Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui sosialisasi, pembinaan, dan berbagai bentuk pendampingan.

"Tantangan UMKM ini secara klasik yang sering kita sampaikan, yakni faktor SDM dan kekurangan modal. Pemerintah Kabupaten Sumenep terus hadir melalui upaya peningkatan SDM, sosialisasi, pembinaan,” ujarnya.

Ramli menambahkan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada proses produksi. Pelaku usaha juga perlu membangun jaringan kemitraan, memperluas distribusi, dan mengoptimalkan pemasaran agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia mencontohkan pelaku usaha yang bergerak di bidang produksi kerupuk, petis, hingga batik. Selain meningkatkan kualitas produk, mereka perlu terhubung dengan pelaku usaha lain yang bergerak di bidang perdagangan dan pemasaran, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

“Pengusaha kita ini dalam berbagai posisi. Ada yang pada posisi produsen, memproduksi kerupuk, memproduksi petis, atau pembatik. Kemudian ini masih terus harus bersambungan atau berhubungan, bermitra dengan pengusaha lain,” kata Ramli.

Selain penguatan pemasaran, pemerintah daerah juga mendorong pelaku UMKM melengkapi legalitas usaha. Menurutnya, aspek tersebut penting untuk memberikan kepastian dalam menjalankan bisnis sekaligus mendukung pelaku usaha memperoleh akses terhadap berbagai program fasilitasi pemerintah.

Untuk mendukung kebutuhan itu, Pemkab Sumenep menyediakan layanan pendampingan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Salah satunya UMKM Halal Hub di kawasan Tajamara yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk berkonsultasi dan mendapatkan fasilitasi sesuai kebutuhan.

“Kami punya tempat pelayanan yang sangat khusus, bisa menjadi konsultasi, bahkan tempat praktik. Di Tajamara itu ada namanya UMKM Halal Hub. Di situ kami terus mempersilakan siapa pun yang membutuhkan pendampingan dan fasilitasi,” ujarnya.

Di samping pendampingan, pemerintah daerah juga memiliki skema bantuan permodalan bagi pelaku UMKM, baik berupa hibah uang maupun barang.

Namun, pemberian bantuan tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah sehingga diperlukan koordinasi dan pemetaan kebutuhan agar fasilitasi yang diberikan tepat sasaran.

Ramli berharap sarasehan yang digagas PWI Sumenep menghasilkan masukan konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Ia meminta agar berbagai gagasan dan hasil diskusi dirangkum dalam dokumen rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM.

Menurutnya, rekomendasi tersebut penting agar kebijakan pengembangan UMKM semakin sesuai dengan persoalan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Kolaborasi antara pemerintah, pers, dunia usaha, akademisi, dan unsur masyarakat lainnya diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Sumenep.

“Kami minta ada dokumen tertulisnya dalam bentuk rekomendasi. Itu tentunya menjadi referensi kepada pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PWI Sumenep juga memberikan penghargaan kepada pelaku UMKM dalam sejumlah kategori.

Penghargaan kategori Tokoh UMKM Inspiratif diberikan kepada Syafwan Wahyudi, yang akrab disapa Haji Udi, selaku owner DRT The Big Family, pelaku usaha rokok lokal Madura.

Ia dikenal sebagai sosok yang berupaya mengembangkan produk lokal sekaligus aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan.

Perjalanan hidupnya juga menjadi bagian dari pesan tentang pentingnya perubahan diri, semangat belajar, dan upaya memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, penghargaan kategori UMKM Inovatif diberikan kepada Fawaid Sulaiman, pemilik usaha Roti Menul.

Penganugerahan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi pelaku usaha lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk.

Setelah rangkaian penganugerahan, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang membahas pengembangan UMKM di Kabupaten Sumenep oleh narasumber Prof. Dr. Achsanul Qosasi, S.E., M.M., CSFA., CFrA.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menghimpun gagasan dan rekomendasi sebagai bahan penguatan kebijakan serta program pemberdayaan UMKM ke depan.(*)

Berita lain di Ekonomi & Bisnis