MEMO Online › Ekonomi & Bisnis

Bidik Konektivitas ke Indonesia Timur, CKB Logistics Perkuat Hub Logistik Lewat Fasilitas Osowilangun

Kamis, 01 Oktober 2026 13:19 WIB

Foto: Kegiatan CKB Logistics di Surabaya
Foto: Kegiatan CKB Logistics di Surabaya
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Surabaya- Industri logistik menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya.

Fasilitas tersebut diposisikan sebagai hub yang menghubungkan aktivitas industri di Jawa Timur dengan rantai distribusi barang menuju wilayah Indonesia Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I 2026.

Secara tahunan, sektor ini tumbuh 8,04 persen pada triwulan I dan 5,65 persen pada triwulan II, dengan kontribusi 6,16 persen terhadap struktur PDB triwulan II.

Sementara itu, Supply Chain Indonesia memproyeksikan sektor Transportasi dan Pergudangan mencapai Rp1.713,24 triliun atau tumbuh 7,69 persen pada 2027.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Jawa Timur. BPS mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen pada triwulan I 2026 dan 5,72 persen pada triwulan II.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9–5,7 persen, ditopang konsumsi, investasi, ekspor, perdagangan, industri pengolahan, serta konstruksi.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap fasilitas logistik yang mampu menghubungkan sentra produksi, pelabuhan, pergudangan, hingga pasar Indonesia Timur semakin strategis.

“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur. Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Direktur CKB Logistics Iman Sjafei di Surabaya, Rabu (30/9/2026).

Menurut Iman, CKB Logistics melihat prospek industri logistik masih positif.

Karena itu, perusahaan terus mengembangkan layanan logistik terintegrasi yang dapat menyesuaikan kebutuhan berbagai sektor industri.

Fasilitas Osowilangun menggabungkan sejumlah fungsi, mulai dari pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan hingga distribusi.

Kompleks pergudangan yang berada dalam ekosistem hub CKB Logistics tersebut telah beroperasi sejak 2017.

Fasilitasnya memiliki luas sekitar 140.000 meter persegi, termasuk Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi.

Tingkat keterisian atau occupancy rate fasilitas tersebut mencapai 82 persen. Tingginya tingkat keterisian itu menunjukkan pemanfaatan fasilitas yang cukup tinggi oleh pelanggan dari berbagai sektor.

Sebagai fasilitas PLB, Osowilangun memberikan fleksibilitas dalam proses inbound dan outbound, penyimpanan sesuai ketentuan kepabeanan, serta layanan repacking, pelabelan dan konsolidasi.

Mekanisme PLB juga memungkinkan penundaan pembayaran bea dan pajak hingga barang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, mekanisme tersebut bukan berarti menghapus kewajiban kepabeanan.

Integrasikan Data, Keselamatan dan Keberlanjutan

Selain memperkuat kapasitas operasional, CKB Logistics juga mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasionalnya.

Implementasinya antara lain melalui inklusivitas, kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip Good Corporate Governance (GCG), penyerapan tenaga kerja, penggunaan pencahayaan alami melalui skylight, serta pemanfaatan forklift listrik.

Perusahaan juga menjalankan sejumlah program tanggung jawab sosial, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya, serta penggunaan kendaraan berstandar emisi Euro 4.

“Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” kata Iman.

Menurutnya, daya saing sektor logistik tidak hanya ditentukan oleh luas fasilitas, tetapi juga oleh integrasi sistem, kepastian proses, akurasi data, keselamatan kerja, efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dengan penguatan fasilitas tersebut, Surabaya diharapkan semakin berperan sebagai salah satu pintu gerbang distribusi barang dari Jawa Timur menuju kawasan Indonesia Timur.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Digitalisasi membantu kami membaca kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, sementara penerapan ESG memastikan pertumbuhan logistik berjalan seiring dengan efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkas Iman.

Tentang CKB Logistics

PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) merupakan anak perusahaan PT ABM Investama Tbk. (ABMM) yang bergerak di bidang layanan logistik terpadu.

CKB Logistics melayani perusahaan di sektor energi maupun nonenergi dengan jaringan operasional di lebih dari 50 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga kawasan Indonesia Timur seperti Sulawesi, Ternate, Ambon dan Papua.(*)

Berita lain di Ekonomi & Bisnis