Nestapa Warga Bedadung: Uang Tanah 3 Hektare Rp5 Miliar Hanya Dibayar Janji Oknum Anggota DPRD Jember
MEMOonline.co.id. Jember- Nasib pilu dialami seorang warga Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.
Seorang warga berinisial NRW mengaku telah menjual tanah miliknya beserta tanah keluarga, namun hingga kini belum menerima pembayaran dari pihak pembeli yang disebut-sebut merupakan oknum anggota DPRD Jember.
Tak hanya tanah pribadi, lahan milik ibu serta tiga saudara kandung NRW turut dijual dalam satu hamparan.
Total luas tanah yang dilepas mencapai lebih dari 3 hektare, berlokasi di Dusun Gumuksuda, Desa Bedadung.
NRW menyebut transaksi dilakukan melalui orang kepercayaan pembeli yang juga merupakan pejabat publik berinisial S.
Namun hingga saat ini, pembayaran tak kunjung terealisasi.
“Sampai sekarang tanah milik saya dan seluruh keluarga belum dibayar. Pembelinya pak dewan berinisial R, isinya cuma janji-janji terus,” ujar NRW, Kamis (18/12/2025).
Lebih miris lagi, NRW mengaku seluruh dokumen kepemilikan tanah telah diserahkan kepada pihak pembeli atas dasar saling percaya, tanpa adanya perjanjian tertulis atau hitam di atas putih.
“Tanah itu milik lima orang, saya, ibu saya, dan tiga saudara kandung. Semua menyatu, luasnya lebih dari 3 hektare. Harga yang disepakati Rp5 miliar dan rencananya mau dibuat perumahan,” jelasnya.
Menurut NRW, dirinya hanya menerima uang ganti rugi pembebasan lahan, sementara pembayaran pokok tanah belum juga dilakukan meski telah berkali-kali ditagih.
“Kami sekeluarga tentu ingin segera menerima pelunasan. Tapi setiap ditanyakan, jawabannya selalu janji,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Siti Rohmah, saudari kandung NRW sekaligus pemilik lahan. Ia mengaku sudah menunggu pelunasan selama tujuh bulan, namun belum menerima sepeser pun dari nilai kesepakatan.
“Sudah tujuh bulan berjalan belum ada pelunasan. Tanah kami awalnya sawah, bahkan masih ada tanaman tembakau saat diratakan. Kami hanya diberi ganti rugi pembebasan lahan Rp5 juta, itu pun dibayar secara diangsur,” ungkap Siti Rohmah.
Sementara itu, oknum anggota DPRD Jember berinisial R saat dikonfirmasi awak media terkait proses pembayaran dan pencairan dana dari bank tidak memberikan penjelasan detail.
Ia hanya meminta untuk bertemu langsung.
“Kita ngopi kalau saya sudah di Jember,” singkatnya.