MEMO Online › Pemerintahan

Kekeringan Meluas, 11 Desa di Sumenep Kering Kritis

Selasa, 06 Oktober 2020 15:12 WIB · 0 kali dibaca

Foto: Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi
Foto: Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi
Bagikan: WhatsApp Facebook X
MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak memasuki bulan Oktober, puluhan desa di Kabupaten Sumenep mengalami kekeringan.</p>

Diprediksi, musim kemarau tahun ini akan berakhir pada awal Desember.</p>

Demikian disampaikan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi. Selasa (6/10/20).</p>

Ia mengungkapkan, kekeringan semakin meluas, saat ini, total desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sumenep sudah ada 29 desa. Kesemuanya tersebar di sepuluh Kecamatan.</p>

Rinciannya, 11 Desa mengalami kering kritis, 16 Desa kering langka dan 2 desa mengalami kering terbatas.</p>

"Droping bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan sudah dilakukan sejak 29 September kemarin, sudah ada 14 desa yang selesai di kirim," ungkapnya.</p>

Sebelas desa yang mengalami kering kritis itu diantaranya, di Kecamatan Pasongsongan yaitu Desa Prancak, Montorna, Campaka dan Lebbeng Barat.</p>

Kecamatan Talango, Desa Padike, Poteran, dan Desa Kombang. </p>

Kecamatan Batuputih, Desa Batuputih Daya, Desa Tengidan, Juruan Laok dan Juruan Daya.</p>

Dirinya berharap, droping air bersih yang telah disalurkan digunakan sebagaimana mestinya. Yaitu tidak digunakan untuk menyiram tanaman.</p>

"Standar yang kami salurkan standar layak minum, jadi jangan disalahgunakan seperti sebelum-sebelumnya, yang dibuat nyiram tembakau," tandasnya. (Zai/red)</p>

Berita lain di Pemerintahan