Kyai Ahli Nahwu Pimpin MUI Jember Masa Khidmat 2021 - 2026

Foto : Dr.KH. Abdul Haris, M.ag Ketua MUI Jember
6147
ad

MEMOonline.co.id, Jember - Keputusan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember pada hari Jumat (17/3) berhasil Terpilih Dr. KH Abdul Haris, M. Ag secara Aklamasi sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Jember yang dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto sekaligus ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jember masa khidmat 2021/2026.

“Keputusan dipilihnya kepengurusan, diambil melalui musyawarah oleh Tim Sebelas. Tim itu diambil dari mantan ketua, perwakilan kecamatan, serta yang lain,” kata KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember, yang memimpin rapat pleno kelima tentang penentuan hasil musyawarah tim sebelas yang diumumkan adalah tokoh Ulama muda. Ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jember atas nama Dr. KH Abdul Haris. M. Ag dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Musda itu berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (17/3).

Pasca terpilih, Abdul Haris menuturkan, di dunia ini ada dua klasifikasi manusia, ada yang berbuat baik dan sebaliknya. Untuk itulah, ulama dan umara harus saling bersinergi.

Kemaslahatan menuntut kita semua. Kalau AKI AKB dan stunting tinggi, maka kebijakan harus didorong dan diarahkan ke sana,” papar Haris, yang kemudian menyatakan, MUI akan membantu pemerintah sepanjang kebijakan itu untuk kemaslahatan umat.

Kendati demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar, Kaliwates, itu menegaskan, MUI akan tetap bersikap kritis melalui cara-cara yang elegan, sehingga kebijakan pemerintah selalu berpihak pada rakyat Jember.

Profil dan Gagasan pemikiran Ketua MUI Jember terpilih, Dr. KH. Abdul Haris, M. Ag dilahirkan di Jember, 07 Januari 1971. Mengawali Pendidikan Dasarnya di MIMA as-Salam wringin agung Kencong Jember (lulus tahun 1984), dan melanjutkan di MTs al-Ma‟arif wringinagung Kencong Jember (lulus tahun 1987). Setamat dari MTs langsung melanjutkan thalab al-ilmi ke PGA Negeri Jember dan dinyatakan lulus pada tahun 1990.

Mengawali Pendidikan Perguruan Tinggi di IAIN Malang (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim) Fakultas Pendidikan Bahasa Arab (lulus tahun 1995) dan di tahun yang sama, putera dari keluarga sederhana pasangan alm. H. Muslim dan Ibu Siti Marwati mendapatkan kesempatan mengikuti beasiswa Program Pascasarjana (S2) di IAIN ar-Raniry Banda Aceh yang diberikan oleh pemerintah dalam bidang studi Dirasat Islamiyah dan lulus pada tahun 2000. Sedangkan gelar Doktornya ia dapatkan di UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Syari‟ah dan lulus pada tahun 2014.

Kegiatan nyantri telah dimulainya sejak di Jember, tepatnya di PP al-Fitriyah dan berlanjut di PP Nurul Huda Malang dibawah bimbingan Alm.KH. Masduqi Mahfud (Mantan Ra‟is Syuriyah PWNU Jawa Timur), dan saat ini ia menjadi pengasuh PP al-Bidayah Tegal Besar Jember.

Sebagai dosen tetap di STAIN Jember, ia pernah menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Sejak beralih status menjadi IAIN Jember, ia *pernah* diamanahi sebagai Dekan Fakultas Ushuludin, Adab, dan Humaniora.

Di samping itu, dalam kegiatan organisasi sosial kemasyarakatan, ia dipercaya sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Jember. Sedangkan di Nahdlatul Ulama‟, ia duduk sebagai Wakil syuriah PCNU Jember yang berperan mendampingi ASWAJA Center Jember, serta masuk dalam tim pembuatan buku ASWAJA PERGUNU pusat. Kegemarannya menggeluti kajian kitab kuning terutama dalam bidang qawaid Nahwu dan Sharf mengantarnya menorehkan sejumlah karya.

Karya-karya yang lahir dari tangannya antara lain: Nalar Berpikir Membaca Kitab Kuning, Solusi Tepat Menguasai Konsep Fi'il & Isim, serta buku-buku lain di antaranya 1) Aplikasi I'rab, 2) Tanya Jawab Nahwu & Sharf 3) Panduan Pertanyaan Nahwu & Sharf, 4) Logika Analisa Teks Arab, 5) Ringkasan Teori Dasar Ilmu Nahwu, serta buku yang berada di tangan pembaca budiman saat ini yang termasuk Teori Dasar Nahwu & Sharf Tingkat Pemula.

(Inul/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Ismail, Mantan Kepala Desa (Kades) Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditangkap polisi...

MEMOonline.co.id, Sampang - IL inisial, mantan kepala Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditangkap Satreskrim...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Sebagai bentuk solidaritas dan simpati pada ibu Hamidah, yang putrinya diduga dibunuh dengan sadis oleh orang tak...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Meski kasus penarikan biaya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Jalan Kabupaten di Desa Grati, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belakangan ini menuai keluhan dari masyarakat, khususnya...

Komentar