Pemkab Banyuwangi Gandeng Seniman Internasional Kembangkan Atraksi Kesenian Daerah

Foto: Sejumlah pejabat di lingkungan pemkab Banyuwangi
665
ad

MEMOonline.co.id, Banyuwang - Untuk mengembangkan atraksi kesenian daerah, Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sepakat menjalin kolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Dalam program tersebut, Pemkab Bantuwangi juga akan melibatkan seniman tari internasional kenamaan, Eko Supriyanto. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan beragam atraksi seni yang ada di Banyuwangi, khususnya atraksi yang masuk kalendar wisata Banyuwangi Festival.

"Banyuwangi Festival kini telah menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Setelah tujuh tahun digelar, kami ingin memberikan nuansa baru bagi wisatawan. Untuk itu, kami mengundang ISI Surakarta berkolaborasi dengan seniman Banyuwangi memperkaya kreativitas atraksi seni rakyat," kata Anas.

Menurut Anas, dengan saling berbagi pengalaman, diharapkan beragam seni Banyuwangi bisa semakin kaya, terutama seni tari. Tidak hanya dari sisi koreografi, tapi juga manajemen pertunjukan dan jejaring pelaku seni.

“Jadi kita kerangkai tari maupun kesenian lain dalam bingkai ekonomi kreatif, kerangka seni pertunjukan. Maka perlu manajemen, butuh jejaring. Ini sekaligus membuka ruang seniman Banyuwangi untuk go global. Bisa diskusi dengan teman-teman ISI, dengan Mas Eko yang punya portofolio manajemen pertunjukan internasional,” kata Anas.

Sementara Eko Supriyanto mengatakan, Banyuwangi memiliki potensi seni luar biasa. Apalagi didukung dengan pemerintahan yang mendukung perkembangan seni.

"Bisa dikatakan pemerintah Banyuwangi sudah gila terhadap seni. Banyuwangi sudah membuat festival seni sebanyak sekarang ini," kata Eko. 

Eko mengaku dirinya sangat antusias saat diajak berkolaborasi dengan seniman Banyuwangi, karena seni Banyuwangi memiliki potensi yang sangat beragam.

"Seni di sini sudah membumi, dan ragamnya banyak. Ini akan memudahkan kita untuk berkolaborasi. Apalagi, sejak lama saya sudah tertarik dengan seni Banyuwangi, kalau dengar gending ‘Jaran Goyang’ saya pengennya langsung nari saja," ujar Eko.

Dalam waktu dekat, kolaborasi dilakukan untuk menyambut sejumlah event besar Banyuwangi Festival, seperti Festival Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).

Eko menambahkan, sejumlah workshop tari bakal dihelat.

“Saya senang bisa mempelajari kesenian Banyuwangi langsung di tempat bertumbuhnya, langsung berdiskusi dengan pelakunya. Kita berharap workshop ke depan bisa melahirkan seniman tari muda yang akan menjaga kebudayaan daerah sekaligus mengharumkan nama Banyuwangi,”imbuh Eko.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi mengatakan, kolaborasi ini dilakukan untuk saling memperkaya kompetensi. 

Sehingga baik kalangan ISI, Eko, maupun pelaku seni Banyuwangi sama-sama mendapat ilmu dan pengalaman baru.

"Kolaborasi akan diwujudkan. Pelaku seni Banyuwangi bisa saling belajar soal seni pertunjukan terintegrasi, pengelolaan produksi, dan sebagainya,” pungkasnya. (Anis/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jember - Lanjut usia (lansia) ini hidup sebatang kara. Ia nelangsa, selama pandemi COVID-19 belum pernah menerima bantuan...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Komandan Korem (Danrem) 084 Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Widjanarko, berikan pengarahan kepada prajurit Kodim 0826...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Forkopimka Kecamatan Pademawu bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sosialisasikan Penyakit Mulut...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Kekosongan salah satu kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

MEMOonline.co.id. Jember - Seorang pemuda EFD (30), warga Dusun Krajan, Desa Karang Kedawung, Kecamatan...

Komentar