Melawan Lupa 'Budaya Gotong-royong'

Foto : Kerja bhakti membersihkan lingkungan
356
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Instruksi Bupati Bekasi kepada seluruh Kecamatan, Desa/ Kelurahan hingga RW dan RT tentang perlunya menggiatkan kembali kerja bhakti di lingkungan wilayah masing-masing, diapresiasi warga Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, dengan melakukan kerja bhakti dan gotong-royong membersihkan lingkungannya di wilayah Perumahan Puri Insani Desa Hegarmukti, Minggu (11/10/2020).

"Hampir seluruh warga turun langsung membersihkan saluran tersumbat yang bisa menyebabkan banjir di musim penghujan," ungkap Kusnadi, ketua RT. 01 RW. 12 Perumahan Puri Insani Desa Hegarmukti.

Menurutnya, kerja bhakti menjadi kewajiban bagi semua warga dengan konsekuensi bagi yang tidak bisa ikut kerja, dikenai sanksi dengan membayar iuran sebesar 50 ribu rupiah per keluarga

. Kegiatan diawali dengan membersihkan parit dan selokan yang tersumbat supaya tidak menyebabkan air tergenang.

Dalam kegiatan ini, lanjut Kusnadi, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan karena akan menciptakan lingkungan sehat, nyaman dan layak huni.

Melalui kegiatan ini, Kusnadi berpesan kepada seluruh warganya agar selalu menjadi agen pelopor kebersihan di lingkungan manapun, termasuk lingkungan kerja.

Rohimudin, seorang penggiat Pengajian rutin di lingkungan Perumahan Puri Insani, yang turut membantu kerja bhakti juga mengingatkan arti pentingnya kebersihan.

"Kebersihan sebagian dari iman, dan semoga warga kami terhindar dari penyebaran virus Covid-19 yang mendunia," do'anya singkat.

Dikesempatan yang sama, ketua ormas Barisan Taruna Cikarang, Bangga Wiguna, menimpali dan berujar bahwa kerja bhakti termasuk wadah silaturahmi antar warga.

"Dengan ikut kerja bhakti, warga bisa bertemu dan saling berbincang satu dengan lainnya. Hal itu akan memperkukuh silaturahmi antar warga," tukas sosok yang biasa dipanggil dengan Bucong ini.

Hal senada, juga dinyatakan oleh ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon, bahwa selain membuat lingkungan menjadi bersih, nyaman dan indah, kerja bhakti juga sebagai upaya pencegahan berbagai macam penyakit.

Kerja bhakti, jelas Doni, bisa pula menghemat biaya karena mengurangi jumlah biaya pembayaran yang semestinya kepada petugas kebersihan yang sesungguhnya.

"Dengan kerja bahkti rutin, lingkungan menjadi bersih karena terpelihara dan terawat. Penyakit seperti malaria atau demam berdarah bisa dicegah, dikurangi atau bahkan bisa dihilangkan kemungkinan penyebaran penyakit lainnya," ucap ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon.

Satu hal yang harus diingat dan patut direnungkan oleh generasi penerus, tegas Doni, yakni budaya gotong-royong yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

"Gotong royong merupakan istilah bangsa Indonesia untuk bekerja bersama-sama dalam mencapai suatu hasil baik yang didambakan," pungkasnya mengakhiri. (Don/Bam/Diens)

.

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Program bantuan langsung tunai (BLT) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep terpaksa dihentikan...

MEMOonline.co.id, BANGKALAN - Paska didesak warga Desa Pocong, Tragah untuk memberikan CSR, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akhirnya akan...

MEMOonline.co.id, BANGKALAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda 1 Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Peristiwa persetubuhan kakak beradik di Kecamatan Gapura hingga melahirkan seorang anak itu...

MEMOonline.co.id, Sampang - Operasi Yustisi Protokol kesehatan Covid -19 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur jaring 14...

Komentar