Usai Dicekoki Miras Ditempat Karaoke, Gadis Bawah Umur di Lumajang Ditemukan Warga Pingsan Disebuah Lokasi Wisata

Foto: Kuasa Hukum, Dumny Hidayat, saat berada di ruang Unit PPA Polres Lumajang
1620
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebut saja bunga, (nama samaran) gadis belia asal Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang yang masih duduk dibangku sekolah menengah kejuruan, alami peristiwa na'as.

Ia diduga menjadi korban kekerasan oleh temannya sesama pelajar, dimomen ulang tahunnya, awal pekan lalu. 

Mirisnya, prilaku tersebut diduga dilakukan saat 'bunga' tak sadarkan diri, usai dicekoki miras disebuah tempat karaoke ternama tak jauh dari tempat tinggalnya.

Peristiwa itu diketahui pasca ditemukannya 'bunga' oleh warga, tengah berada dilokasi wisata pemandian sumber brutu Kedungjajang dalam tak sadarkan diri.

Wargapun menolong 'bunga', tak lama kemudian, diketahui jika 'bunga' berasal dari Kecamatan Klakah. Lalu diantarlah pulang.

Saat itu orang tua 'bunga' kaget, dan membawanya ke Klinik KHM 2 Klakah, lalu melaporkan kejadian itu ke polisi.

Orang tua 'bunga' mengaku, sempat diajak berdamai oleh pihak terduga pelaku. Namun, orang tuanya menolak, ia bersikukuh agar kejadian yang menimpa buah hatinya itu ditangani polisi sesuai hukum yang belaku.

Sempat dirawat inap pasca dirujuk ke rumah sakit di Lumajang. Beberapa hari kemudian, ditemui dikediamannya, 'bunga' menceritakan segelintir alur peristiwa yang ia ingat.

Mulanya, 'bunga' mengaku diajak 'BL' teman perempuannya, untuk minum dan ngeroom. 'Bunga' sempat menolak, dengan alasan, ia saat itu mengenakan seragam sekolah.

Tapi, 'BL' terus mengajak bahkan menawarkan baju ganti miliknya.

Selang beberapa saat, sore hari saat itu, bunga akhirnya menuruti ajakan 'BL. Hingga bergegaslah 'bunga' kesalah satu tempat karaoke di Klakah, pasca bertemu ditempat sebelumnya.

Kata 'bunga', setibanya ditempat tujuan, disana sudah ada beberapa teman sekolahnya laki - laki.

"Sampai ditempat karaoke itu sudah siap, sama ruangannya sudah siap," terang bunga.

Didalam ruangan (room), sudah tertata, berikut ada sejumlah teman laki-lakinya tak ubahnya pesta.

"Tarus saya dikasi minum lagi, saat itu 'BL' yang ngasi, dan terus, lalu saya tidak ingat wes," imbuhbya.

Terpisah, orang tua 'bunga' melalui kuasa hukumnya Dummy Hidayat SH, mengaku sudah melayangkan surat aduan ke unit PPA Polres Lumajang, Jum'at kemarin (3/7/2020).

"Iya benar, surat aduannya sudah masuk ke polres Lumajang terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur, yang diduga dilakukan lebih dari satu orang secara bersama-sama yaitu, SHL, HNF NVL, IDR, FRS, HDN dan juga turut terlapor BL (perempuan). Para terlapor ini adalah teman dan kakak kelas pelapor disalah satu sekolah kejuruan di Klakah," kata Dummy Hidayat, dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2020).

Masih kata Dummy, sesuai UU perlindungan anak, bahwa anak harus mendapatkan hak-haknya yaitu terbebas dari kekerasan dari pihak manapun juga. Karena anak merupakan aset bangsa dan penerus cita-cita bangsa yang harus dijaga, dipelihara, dilindungi dan dipersiapkan sebaik mungkin agar kelak bisa menjadi penerus bangsa yang bisa diandalkan.

Dampak kekerasan yang dialami, menurut Dummy tentunya berpengaruh besar pada kondisi kesehatan anak baik fisik, psikologis dan sosial bagi korban.

"Bahwa korban berhak mendapatkan perlindungan, artinya segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi korban dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi dari siapapun juga," imbuh Dummy.

Beredar kabar jika perkara itu sudah selesai dan ditempuh dengan cara kekeluargaan, hal itu dibantah oleh kuasa hukum orang tua 'bunga'.

"Itu tidak benar. Hingga saat ini, belum ada kata damai, terlebih secara tertulis, itu tidak ada, proses perkara ini masih terus berjalan," pungkas Dummy. (Hermanto)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Jember - Perseteruan antara ayah tiri dan anak kembali terjadi. Motif dari pertengkaran ini dipicu karena harta...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, meminta pramuka untuk tetap...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Wisata alam Coban Talun telah dibuka kembali mulai 18 Juli 2020 dengan menerapkan protokol...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Demi memverikan waduh kepada para wartawan khususnya bertugas di wilayah...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Presiden RI, Joko Widodo memuji respon cepat DPD RI terhadap sejumlah masalah yang dihadapi...

Komentar