Tak Dilibatkan, Anggota PPS Desa Plampaan Geruduk KPUD Sampang

Foto : Anggota PPS desa Plampaan saat berada di ruangan ketua KPUD Sampang
1083
ad

MEMOonline.co.id, Sampang- Anggota PPS dan petugas sekretariat PPS desa Plampaan, kecamatan Camplong, kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mendatangi komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Sampang, Senin (1/7/2024).

Kedatangan mereka ke KPUD kabupaten Sampang guna mempertanyakan tidak dilibatkannya peran mereka sebagai penyelenggara adhoc tingkat PPS dan petugas sekretariat di Desa Plampaan.

Mereka seakan akan tidak mempunyai tugas dan fungsi yang sudah ditentukan sebagaimana mestinya dalam menjalankan tahapan penyelenggaran pesta demokrasi.

Pausi, sekretaris PPS desa Plampaan menyampaikan, kedatangannya ke KPUD kabupaten Sampang untuk mengadukan tidak difungsikan anggota PPS dan bagian sekretariat PPS dalam segala kegiatan.

"Kami tidak pernah dilibatkan dalam semua kegiatan, seperti tahapan pendaftaran dan pelantikan Pantarlih juga tidak dilibatkan," ungkap Pausi.

Disamping itu kata dia, untuk kantor sekretariat sendiri pihaknya tidak mengetahuinya, dirinya mengetahui kalau ada kantor sekretariat setelah ada undangan pelantikan Pantarlih di kantor sekretariat yang terletak di rumah ketua PPS, itupun lewat WhatsApp (WA).

"Kejadian ini sebelumnya sudah kami laporkan ke ketua PPK kecamatan Camplong, namun sampai detik ini belum ada tanggapan," ungkap dia.

Disinggung siapa saja yang mendatangi KPUD Sampang, dirinya mengatakan, kami berempat datang ke KPUD ini, diantaranya anggota PPS, sekretaris, bendahara dan staf.

Hal yang sama diungkap Faisol anggota PPS, kata dia, dirinya tidak mengetahui segala bentuk kegiatan yang ada di desa Pelampaan. Dirinya mengetahui setelah ada undangan pelantikan Pantarlih.

"Semenjak menjabat PPS cuman kemarin ada undangan pelantikan Pantarlih," ucap Faisol.

"Terkait pembentukan kantor sekretariat tidak ada komunikasi," papar dia.

Sementara Aliyanto, ketua KPUD Sampang saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, pihaknya akan menelusuri dan mengkroscek kejadian tersebut ke bawah.

Sebelum ke desa, pihaknya akan koordinasi dengan PPK kecamatan Camplong, setelah itu PPK kroscek ke lapangan seperti apa. Setelah itu ketiga PPS kita panggil apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Faktanya di lapangan kita belum tahu, ini kan informasi awal," ungkap Aliyanto.

Seharusnya kata Aliyanto, terkait tahapan-tahapan Pilkada, ketiga PPS dan sekretariat itu harus bersinergi. Tidak bisa kalau tidak bersinergi, harus bersinergi.

"Untuk itu, dalam minggu ini pihaknya akan turun ke lapangan," papar dia.

 

Penulis : Fathur

Editor : Udiens

Publisher : Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang- Agus Siswanto Plt. Kepala Dinas PU-TR Kabupaten Lumajang, memiliki kebiasaan tak seperti halnya pejabat/kepala dinas di...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Demi terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan, RSUD dr. H. Moh....

MEMOonline.co.id, Sumenep- Tuntasnya pembahasan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Plafon Perioritas Anggaran Sementara) untuk Perubahan APBD 2024...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Sebelum purna tugas, Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Sumenep telah sukses menyelesaikan pembahasan terhadap...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Fenomena tidak adanya sekolah di Pulau Gililabak mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur....

Komentar