MEMO Online › Pemerintahan

Pasca Bersurat, Suhuda Datang Ke Area Wisata Tumpak Sewu. Hasilnya ? ‎

Senin, 02 Februari 2026 20:52 WIB

Foto : Suhuda saat dikonfirmasi media
Foto : Suhuda saat dikonfirmasi media
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Suhuda warga Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, mendatangi area wisata Tumpak Sewu Pronojiwo - Grojokan Sewu Pronojiwo Lumajang, Senin (2/2/2026).

‎ ‎Hal itu ia lakukan pasca dihari sebelumnya, Suhuda bersurat ke Jajaran Forkopimka Pronojiwo dan Forkopimda Lumajang, memberitahukan jika dirinya bakal melakukan penarikan karcis di area wisata tersebut, lantaran mengklaim memegang izin wisata.

‎ ‎"Saya itu mengklaim, yang punya link jos (akses izin online ke PU SDA Jatim) itu saya. Izin itu, ketika yang menerbitkan waktu itu. Jadi mempertanyakan hak saya saja yang harus ditanyakan. Jadi saya tidak dilibatkan setahun ini, hasilnya kemana saya ingin tau," kata Suhada pada media.

‎ ‎Suhuda menjelaskan, jika sebelumnya merupakan pihak yang membuat izin mendasari surat kuasa Bundes di Desa Sidomulyo. "Selanjutnya setahun ini kita tidak pernah diberi kewenangan dan tidak pernah dilibatkan," imbuhnya.

‎ ‎Dia juga menegaskan, jika saat ini mendapat klaim penagihan dari PU SDA Jatim perihal izin yang disampaikan atas nama dirinya.

‎ ‎"Tagihannya jatuh ke saya dan sudah saya sampaikan ke pihak pengelola tadi. Jadi kita saling adu data saja lah, ini yang benar yang mana dan yang salah ini yang mana kita adu data saja," ujarnya.

‎ ‎Disinggung respon pengelola wisata pasca menyampaikan, Suhuda enggan berkomentar.

‎ ‎Pria berkacamata itu berharap dan membuka ruang koordinasi, sebagai bentuk komitmen baik dan keselarasan tempat wisata yang kini sudah berjalan baik dan dikenal sebagai icon Lumajang hingga ke mancanegara.

‎ ‎"Kalau mau diselesaikan yang monggo diselesaikan, kalau Ndak selesai biar hukum yang menyelesaikan," pungkasnya.

‎ ‎Sementara perwakilan pengelola wisata, yang saat itu sempat bertemu dan duduk bersama dengan Suhuda, nampak mengurai detail permasalahan dan terpantau memberikan sinyal bakal mengagendakan bermusyawarah, namun enggan ber-statemen ke media.

Berita lain di Pemerintahan