Gelombang Perlawanan Warga Tiga Desa Berlanjut, Tanam Tong Aspal Blokade Akses Kendaraan Perkebunan
MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelombang perlawanan warga di sekitar kawasan PT Kali Jeruk Baru kian meluas.
Warga dari tiga desa — Desa Salak, Desa Ranulogong, dan Desa Kalipenggung — bersama-sama menanam tong aspal menutup jalur akses utama perkebunan pada Sabtu (3/10/2026).
Aksi ini menyusul pertemuan mediasi pertama di Pemkab Lumajang, sebagai penegasan bahwa ketegangan belum mereda.
Pantauan di lapangan, pemasangan penghalang terpantau di tiga titik berbeda: dua di Desa Salak, dan satu di Dusun Jaba'an, Desa Kalipenggung.
Tong aspal ditanam kokoh melintang di jalan, menutup akses kendaraan operasional perkebunan.
Warga: Aksi Ini Belum Selesai
Salah satu warga yang tengah terlibat memasang penghalang membenarkan aksi tersebut saat dikonfirmasi awak media. Ia enggan menyebutkan namanya, namun menegaskan sikap warga tetap bulat.
"Kami melakukan ini sebagai peringatan. Kalau pihak perusahaan belum berhenti, kami juga tidak akan mundur. Aksi ini akan terus berlanjut sampai ada kepastian yang jelas dari pertemuan yang dijanjikan," ucapnya singkat namun tegas.
Warga itu menambahkan, pemblokiran dilakukan agar pihak perkebunan ikut menahan diri dari aktivitas pengolahan lahan — sama seperti warga yang diminta bersabar menunggu hasil mediasi.
Asan dan Junaedi Tak Terpantau di Lokasi
Dari pantauan di lapangan, Asan, Ketua Perkumpulan Kelompok Tani Kali Jeruk Gunung Lemongan, maupun Junaedi, Ketua Serikat Tani Lumajang, tidak terpantau hadir di lokasi kegiatan.
Hingga berita ini diturunkan, keduanya juga belum dapat dikonfirmasi keterangannya — ponsel yang dihubungi belum merespons.
Situasi di lokasi terpantau terkendali namun tetap tegang. Warga berjaga di titik-titik yang telah dipasang penghalang, menandakan aksi ini belum akan dicabut dalam waktu dekat.
Seluruh mata kini tertuju pada langkah pemerintah daerah dan sikap pihak PT Kali Jeruk Baru menyikapi penutupan akses ini.(Mas Her)