Polres Harus Bertindak, Kasus Pencurian Sapi dan Motor di Probolinggo Kian Tak Terkendali
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Keluhan w,arga dari kawasan lembah pegunungan di wilayah selatan dan timur Kabupaten Probolinggo mulai Gading, Krucil, hingga Maron terus mengalir.
Mereka menyampaikan keresahan yang sama: meningkatnya kriminalitas, terutama pencurian sapi dan sepeda motor, yang dalam lima bulan terakhir hampir terjadi setiap pekan.
Seorang tokoh masyarakat yang selama ini membantu warga membuat laporan kepolisian mengaku bahwa lonjakan kasus terasa sangat nyata.
“Dalam lima bulan terakhir, keluhan kehilangan sapi sudah jauh lebih banyak dari biasanya. Saya bantu warga buat laporan, tapi hasil penyelesaiannya sangat minim,” ucapnya.
Ia berharap pimpinan aparat penegak hukum di tingkat kabupaten dapat turun langsung memberikan dorongan agar sektor bawah bergerak lebih aktif.
Investigasi media kepada warga mengungkapkan meningkatnya kasus pencurian hewan ternak di sejumlah kecamatan.
Di satu kecamatan saja, lebih dari 20 ekor sapi dilaporkan hilang.
Sebagian warga memilih pasrah karena penyelidikan dianggap belum menunjukkan kemajuan.
Seorang peternak di Maron mengungkapkan rasa frustrasinya.
“Kami hidup dari ternak. Tapi sekarang kami justru takut memelihara sapi. Kalau hilang, tidak ada jaminan kasusnya ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menambahkan bahwa warga sangat berharap ada tindakan lebih tegas dari pimpinan Polres untuk memacu penindakan di lapangan.
Sejumlah warga juga menyampaikan kegelisahan terkait dugaan adanya kebocoran informasi sebelum aparat melakukan penindakan.
Beberapa narasumber menilai pelaku seperti selalu lebih dahulu mengetahui adanya operasi.
“Begitu ada gerakan, pelakunya sudah hilang. Seolah ada info yang bocor,” ujar seorang warga Maron yang meminta identitasnya dirahasiakan. Meski begitu, warga menegaskan bahwa itu hanyalah bentuk keprihatinan, bukan tuduhan langsung dan semua berharap evaluasi menyeluruh dilakukan oleh pimpinan kepolisian agar pola serupa tidak terus terulang.
Seorang buruh tani yang kerap melihat pergerakan sapi di malam hari mengatakan bahwa jalur pelarian pelaku terlihat berulang.
“Kalau sapi hilang, arahnya ke desa yang itu-itu lagi. Seperti ada rute tertentu,” ujarnya.
Warga berharap Polres dapat turun lebih intensif memetakan pola ini dan menggerakkan sektor Polsek agar lebih responsif.
Para kepala desa mengakui bahwa minimnya personel di tingkat Polsek turut memengaruhi pengawasan.
Rata-rata hanya tiga petugas bertugas setiap malam.
Seorang kepala dusun di Gading menyampaikan,
“Wilayah kami luas. Dengan tiga personel saja jelas tidak cukup. Siskamling ada, tapi tidak bisa jalan penuh setiap malam.” Ia berharap pimpinan kepolisian di tingkat kabupaten memberikan perhatian dan dukungan untuk memperkuat patroli dan respons cepat di wilayah rawan.
Keluhan serupa datang dari Desa Krobungan, Krucil, terkait meningkatnya pencurian sepeda motor.
Dalam pesan suara yang diterima redaksi, seorang warga menyebut, “Dalam beberapa hari ini saja sudah ada sembilan motor hilang.
Kami mohon polisi benar-benar mengungkap jaringan ini. Media tolong tulis supaya pemerintah dan pimpinan hukum segera bertindak.”
Situasi ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merusak rasa aman warga di wilayah perdesaan. Seorang tokoh masyarakat Maron menegaskan,
“Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Kami hanya berharap pimpinan di atas, baik di Polres maupun pemerintah daerah, turun memberikan perhatian serius dan mendorong proses penegakan hukum berjalan lebih tegas, transparan, dan cepat. Kami ingin rasa percaya masyarakat kembali dipulihkan.”
Bupati Probolinggo, Gus dr. M. Haris, disebut telah memberikan atensi terhadap meningkatnya kasus pencurian ini.
Ia mendorong media dan masyarakat berkoordinasi dengan Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif serta Kasatreskrim I Made Kembar Mertadana untuk mempercepat langkah penanganan.
Warga berharap arahan tersebut menjadi sinyal kuat bagi jajaran di bawah agar bergerak lebih aktif dan memperkuat.