MEMO Online › Olahraga

Dibidik Bupati Fauzi, 23 Tim SD Adu Talenta di Mini Soccer U-13 Stadion Ahmad Yani Sumenep

Kamis, 01 Oktober 2026 12:29 WIB

Foto: Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo dan Kadisdik Sumenep Moh. Iksan
Foto: Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo dan Kadisdik Sumenep Moh. Iksan
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Stadion Ahmad Yani Sumenep menjadi arena unjuk kemampuan puluhan pemain muda dalam turnamen mini soccer U-13, Kamis (1/10/2026).

Sebanyak 23 tim sekolah dasar dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kabupaten Sumenep ambil bagian dalam turnamen yang dibuka langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tersebut.

Kompetisi ini tidak hanya diarahkan untuk memperebutkan kemenangan dan trofi.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikannya sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pembinaan sepak bola perlu dimulai sejak usia dini.

Menurutnya, jenjang sekolah dasar menjadi salah satu tahap penting untuk menemukan dan mengembangkan pemain yang memiliki potensi.

“Mini soccer ini bukan hanya sekadar siapa yang menang, siapa yang mencetak gol atau siapa yang menjadi juara. Ini bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola,” kata Fauzi.

Ia juga meminta para pemain tampil percaya diri dan berani selama pertandingan. Namun, keberanian tersebut harus tetap dibarengi dengan sportivitas.

“Jangan takut kalah. Yang paling penting berani bermain, berani berusaha dan terus belajar menjadi lebih baik. Jangan ada gesekan, jangan ada perkelahian. Ini sepak bola,” tegasnya.

Menurut Fauzi, pencarian talenta tidak cukup dilakukan melalui satu pertandingan.

Pemain yang menunjukkan kemampuan perlu dipantau dan mendapatkan pembinaan secara bertahap sesuai perkembangan usianya.

“Pemerintah daerah berpikir serius bagaimana generasi muda dari U-13 ini bisa menjadi bibit yang berpotensi menjadi atlet sepak bola dan ke depannya dapat diandalkan,” ujarnya.

Karena itu, pembinaan akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah dasar hingga kelompok usia berikutnya.

Kompetisi U-13 diharapkan menjadi salah satu tahap awal dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola di Sumenep.

“Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, kemampuan dan karakter dalam bermain agak sulit dibentuk. Tahun ini kita coba jenjangkan dari mini soccer U-13 sampai U-17,” ungkapnya.

Fauzi berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan pemain muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter, mental bertanding, serta kesiapan untuk mengikuti pembinaan yang lebih serius.

Turnamen mini soccer U-13 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga babak final.

Sebanyak 23 tim dari K3S jenjang sekolah dasar se-Kabupaten Sumenep mengikuti kompetisi tersebut.

Melalui ajang ini, Pemkab Sumenep berharap talenta-talenta yang muncul dari tingkat sekolah dasar dapat terus dipantau, dikembangkan, dan diarahkan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.(*)

Berita lain di Olahraga