iklan untuk wartawan baru

MEMO Online › Pemerintahan

‎Anggaran Sempat Terpangkas, DKPP Lumajang Amankan Rp5,5 Miliar DBHCHT: Fokus Bantu Petani & Jalan Usaha Tani

Selasa, 29 September 2026 11:05 WIB

Foto : Kepala DKPP Kabupaten Lumajang, Ir. Retno Wulandari, M.Si
Foto : Kepala DKPP Kabupaten Lumajang, Ir. Retno Wulandari, M.Si
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang- Meski sempat terdampak kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang memastikan program pendampingan petani tetap berjalan optimal.

iklan dbhct lumajang

Tahun ini, DKPP mengelola Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp5,5 miliar yang langsung difokuskan memperkuat masa tanam hingga membangun infrastruktur pertanian.

‎Kepala DKPP Kabupaten Lumajang, Ir. Retno Wulan Andari, M.Si., mengakui alokasi awal DBHCHT memang mengalami penurunan.

Namun kekurangan itu tertutup setelah DKPP mendapatkan tambahan alokasi melalui Perubahan Anggaran Keuangan.

‎"Ada penurunan karena efisiensi. Tetapi di perubahan anggaran ada sisa yang diberikan kembali ke DKPP. Kalau yang reguler sempat turun, lewat PAK ini kami dapat tambahan," terang Retno.

‎Dana miliaran rupiah itu langsung disalurkan dalam bentuk bantuan fisik kepada ratusan petani, dengan fokus utama meningkatkan kualitas bahan baku tembakau.

Pupuk NPK khusus tembakau disalurkan tepat waktu — sekitar 15 hari pascatanam — guna mendongkrak produktivitas daun.

Selain itu, pupuk organik juga tersedia bagi petani tanaman pangan dan hortikultura, termasuk cabai, sesuai aturan pemanfaatan DBHCHT.

‎"Sebagian anggaran juga kami gunakan untuk membangun satu ruas jalan usaha tani. Tujuannya mempermudah pengangkutan hasil panen dan menekan biaya logistik petani," ungkapnya.

‎ Penyaluran diprioritaskan ke sentra tembakau utama, namun tetap merata.

‎"Paling banyak terserap di Kecamatan Tempeh dan Kunir karena di sanalah konsentrasi petani tembakau berada. Meski begitu, petani pangan dan hortikultura di kecamatan lain tetap kami jangkau secara proporsional," tutup Retno. (Mas Her)

iklan bawag

Berita lain di Pemerintahan