1 Oktober Kick Off! Bupati Fauzi Berburu Bibit Unggul Sepak Bola dari Sekolah Dasar
MEMOonline.co.id. Sumenep- Turnamen sepak bola antarsekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dijadwalkan digelar mulai 1 Oktober 2026. Persiapan pelaksanaan turnamen terus dimatangkan oleh panitia.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, turnamen tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk menggairahkan olahraga sepak bola sekaligus mendorong pembinaan atlet sejak usia dini.
Menurutnya, turnamen antarsekolah dasar itu diperuntukkan bagi pemain usia di bawah 13 tahun.
Setelah turnamen kelompok usia tersebut, Pemkab Sumenep juga akan menggelar kompetisi untuk kelompok usia yang lebih tinggi.
“Kita punya turnamen antar-SD ini, tentu peruntukannya bagi siswa usia di bawah 13 tahun. Setelahnya, kita juga punya turnamen lain untuk kelompok usia di atasnya. Artinya, kita memang sedang fokus betul dalam pembinaan dunia olahraga bola di semua usia,” kata Fauzi, Minggu (27/9/2026).
Fauzi menyebut, Oktober ke depan diharapkan menjadi momentum bagi insan sepak bola Sumenep untuk melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap talenta-talenta muda daerah.
“Semua insan bola, guru olahraga setiap jenjang sekolah, pemilik klub, pengurus KONI dan Askab PSSI akan duduk bareng di Stadion Ahmad Yani untuk melihat performa dan talenta pemain kita. Semua harus jadi bahan evaluasi untuk ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui turnamen antarsiswa SD dan kompetisi U-17 yang digelar pada Oktober, Pemkab Sumenep ingin memberikan ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi bahan penilaian dalam pembinaan sepak bola daerah.
“Intinya, dengan gelaran turnamen di bulan Oktober, yakni antar-SD dan U-17, kita fokus pada penilaian pemain sepak bola putra daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Antarsekolah Dasar, Dedy Apri Wibowo, memastikan persiapan turnamen telah mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah, kondisi lapangan siap dan 23 tim juga siap berlaga. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyemarakkan turnamen ini,” kata Dedy.
Ia menjelaskan, turnamen akan berlangsung selama tiga hari dengan sistem pertandingan mulai dari penyisihan grup, semifinal hingga partai final.
“Skemanya akan kita gelar selama tiga hari. Mulai dari penyisihan grup, semifinal dan final,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan berharap turnamen tersebut dapat menjadi momentum untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di Kabupaten Sumenep, khususnya melalui pembinaan pemain usia muda.
Menurut Iksan, keberadaan pemain muda menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan sebuah klub maupun tim sepak bola profesional di masa depan.
“Sebuah tim sepak bola di Sumenep atau klub profesional akan banyak dipengaruhi oleh pemain-pemain muda. Artinya, turnamen ini memiliki sumbangsih untuk masa depan sepak bola Sumenep,” pungkasnya.(*)