Pasca Geledah Kantor PT. Amoeba Internasional di Kediri Begini Pernyataan Kapolres Lumajang 

Foto: Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH
1834
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, diwaktu sebelumnya, menurunkan Tim Cobra besutannya dipimpin Ka. Tim Cobra AKP Hasran mengeledah kantor PT. Amoeba Internasional di Jalan Argowilis Dusun Cangkring Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

“Untuk melengkapi penyidikan yang kami lakukan, kami harus melakukan penggeledahan ke kantor PT. Amoeba Internasiona, karena saksi-saksi dan petunjuk yang kami peroleh mengarah kepada keterkaitan dengan PT Amoeba Internasional sebagai operator bisnis yang menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang,” terang Kapolres, Minggu (6/10/2019).

Menurut Kapolres, PT Amoeba Internasional sendiri diketahui adalah perusahaan yang menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang. PT. Amoeba  menggunakan Brand “Q-Net” dan selalu menyembunyikan PT. Amoebanya sendiri. 

Sehingga tidak banyak orang yang tahu kalau PT. Amoeba Internasional, sebenarnya sebagai operator bisnis kotor tersebut. Orang-orang hanya tahunya Q-Net.

Disampingi itu, PT Amoeba Internasional juga sebenarnya adalah support System dari PT QN International Indonesia. Tapi kedua PT tersebut, seakan tidak terpisahkan. 

Perlu diketahui, perundang - undangan di Indonesia sejak tahun 2014 telah melarang penerapan skema piramida dalam mendistribusikan barang karena sangat berpotensi menjadi money games.

Dari data yang dihimpun pihak kepolisian resort Lumajang, akibat berjalannya bisnis kotor tersebut, sudah banyak masyarakat kecil yang rela menggadaikan rumah, tanah, sawah, bahkan nekat mencuri dan membunuh lantaran tergiur dengan iming-iming setelah mengikuti bisnis tersebut akan kaya raya dengan mudah. 

Dibeberapa kasus, korban hingga rela bunuh diri dengan meminum cairan pembunuh nyamuk karena frustasi telah terjun kedalam bisnis tersebut akibat hutang piutang yang tidak bisa terbayar.

Lebih lanjut, pria yang menyelesaikan gelar S1 di UNS Solo, S2 di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta dan S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tersebut juga tak akan menghentikan kasus tersebut begitu saja. 

“Ini adalah kejahatan white collar crime, jadi sudah pasti dilakukan kaum intelektual dengan kemampuan sistem yang canggih," tukas Arsal. dan 

Kata dia, dimungkinkan para pelaku memiliki kedekatan dengan pejabat sehingga bisa berjalan puluhan tahun dengan legalitas yang sah sehingga sulit terjerat hukum. 

"Namun demikian saya tak akan mundur untuk menyelesaikan kasus ini hingga selesai, mengingat korbannya adalah masyarakat kecil yang menderita. Pangkat serta jabatan saya akan saya pertaruhkan untuk masyarakat,” tutup Arsal. (Hermanto) 

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang - Petugas gabungan TNI - Polri - Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Menjelang Pilkada serentak 2020, DPP Partai Hanura menggelar pengukuhan Pengurus DPD dan DPC Partai...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Wakil direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Farhat Suryaningrat telah dinyatakan...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Wakil ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, mengucapkan turut berduka cita terhadap personel TNI yang tewas di Intan Jaya...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Polemik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)...

Komentar