Sebegitu Parahkah Tenaga Pendidik Kita Sehingga Harus Import Guru dan Rektor ?

Foto : Gambar Ilustrasi
229
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Beberapa saat yang lalu, masyarakat dikejutkan dengan wacana pemerintah untuk impor Guru. Sekarang hadir lagi isu baru, wacana untuk impor rektor asing.

Meraih peringkat dunia, dan itu sah-sah saja asal jangan menjadi salah kaprah apabila upaya tersebut dilakukan dan ditempatkan sebagai sebuah tujuan. 

Meraih peringkat (dunia) adalah salah satu cara dan upaya untuk  meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam konteks  yang lebih luas,  selayaknya rakyat  diajak bicara. 

Ada parlemen yang sepatutnya dilibatkan, apalagi, kebijakan yang akan dibuat nantinya menyangkut kepentingan nasional, kepentingan bangsa dan negara.

Pragmatisme dunia politik jangan sampai atau ternyata sudah menjalar ke lingkungan pendidikan?

Kegaduhan barupun pasti terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.

Pro-kontra pasti selalu muncul ketika pemerintah hendak merilis sebuah kebijakan yang dianggap kurang populis.

Dan, pasti juga, beragam pendapat akan dilontarkan oleh para pakar pendidikan, kalangan akademisi, pengamat pendidikan tinggi, hingga para pelaku dari kalangan dunia pendidikan tinggi itu sendiri.

Memang, tujuan impor rektor asing adalah  untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi negeri Indonesia di level dunia. 

Singapura, salah satu negara yang menjadi acuan dan pembanding yang digunakan, sebab negara tetangga tersebut yang peringkatnya dianggap lebih baik.

Dan itupun sah-sah aja. Tapi jangan dilupakan, jalur konsultasi dan sosialisasi menjadi sangat krusial untuk dilakukan agar kebijakan yang dibuat tidak selalu memunculkan serta memicu kegaduhan. 

Banyak kalangan yang menyayangkan apabila  kebijakan tersebut benar-benar mau dilaksanakan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Asep Saefullah, ketika dimintai pendapatnya menjelaskan, bahwa yang dimaksud impor guru bukan berarti mendatangkan Guru untuk mengampu/ mengajar di Indonesia. 

Tetapi mendatangkan para Guru profesional semata hanya sebagai narasumber bagi para Guru Indonesia dalam meningkatkan kompetensinya. 

"Dalam konteks ini (mendatangkan guru-red) kita setuju dan mendukung program tersebut. Tetapi dengan satu catatan hanya sebagai tenaga pendamping atau narasumber saja," ucap Asep, via telepon, Rabu (7/8/2019).

Lebih lanjut, Asep mengatakan terkait Rektor Universitas, bahwa tidak perlu pemerintah mendatangkan Rektor dari luar/ asing. Sebab masih banyak Dosen atau orang akademisi yang mumpuni di Indonesia untuk dijadikan Rektor.

"Tidak perlu impor Rektor lah, masih banyak kok orang Indonesia yang mampu dan ideal mengemban tugas sebagai Rektor,"katanya.

"Ya boleh kalau hanya sebatas narasumber atau sebagai tenaga pendamping saja," imbuhnya.

Sebab, rinci Asep, sebagaimana untuk menaikkan peringkat, banyak faktor pendukung yang harus dipersiapkan. Harus menaikkan kualitas. Jadi yang perlu dibenahi adalah kultur akademik, infrastruktur pendidikan, seperti laboratorium dan perpustakaan, membangun iklim dan lingkungan akademik yang kompetitif dan adaptif,  serta penyediaan anggaran riset yang sangat memadai.

"Dalam meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan maka pengawalan terhadap proses pendidikan menjadi sangat penting. Proses yang baik, maka hasil akan baik pula.
Prioritas dalam perencanaan yang baik, paling tidak harus merujuk pada hasil pengukuran terhadap ketercapaian pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan," tuntas Asep. (Bam/Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, berharap diperayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Untuk memperingati HUT RI ke 74, beragam perlombaan digelar Polsek Kalideres  bersama para pengungsi...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Pemerintah Kota Batu menggelar upacara bendera detik - detik Proklamasi untuk memperingati HUT...

MEMOonline.co.id, Sidoarjo - Perjuangan menjadikan peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI sebagai momentum kebangkitan Indonesia...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sedikitnya 368 Napi (Nara Pidana), Lembaga Pemasyarakatan kelas II B...

Komentar