Diduga Lakukan Pemotongan Dana Rp 1 Juta Per TPS, PPK Kota Pamekasan Diprediksi Raup Keuntungan Rp 305 juta di Pemilu 2019

Foto: Ulustrasi google
1060
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga melakukan pemotongan terhadap dana pembuatan TPS, ATK dan Konsumsi dalam pelaksanaan pemilihan umum 2019 kemaren.

Informasi yang dihimpun MEMOonline.co.id dari beberapa sumber, Jumaat 10 Mei 2019 kemaren, dugaan pemotongan dana per Tempat Pemungutan Suara (TPS) diperkiran mencapai Rp. 1 juta rupiah.

Sehingga jika dikalkulasi keseluruhan dari sebanyak 305 TPS, PPK Kota Pamekasan diduga meraup keuntungan sebesar Rp. 305 juta rupiah.

Salah seorang KPPS di Kelurahan Bugih menuturkan, dana daftar rincian anggaran KPPS di TPS-nya sebesar Rp. 5.127.000.

"Dengan rincian, Ketua Rp. 517.000, Anggota Rp. 2.820.000 enam orang, ATK Rp. 250.000, konsumsi Rp. 540.000 dan dana sewa temda dan kursi Rp. 1.000.000," ungkap salah seorang KPPS yang enggan disebut namanya, Juma'at (10/5).

Zainuddin, Ketua PPS Kelurahan Bugih menuturkan, sebenarnya dana keseluruhan itu sebesar Rp. 5.879.000. Yang disampaikan KPPS itu tidak ada rincian linmas.

"Itukan lain Linmas. Linmas Rp. 752.000. Setelah dipotong pajak 6%," ucap Zainuddin.

Zainuddin mengungkapkan, penggelapan dana itu dilakukan oleh PPK Kota Pamekasan. Selain itu, kata dia, pajak 6% itu sesuai keputusan Bendahara PPK Kota Pamekasan.

"Bendahara PPK. Terus ada uang SPJ lagi. Untuk tenda dan lain-lain," ungkapnya.

Saat dimintai keterangan soal PPS se-Kecamatan Kota memotong dana Rp. 150 ribu, Zainuddin mengakui benar adanya. 

Menurutnya, pemotongan itu sebagai dana hari H dan wira-wiri PPS dan honor anak Kelurahan yang membantunya. Jadi, nominal dana yang diterima PPS dari PPK sebesar Rp. 6 juta.

"Ya. Buat makan di hari H dan wira-wiri. Di kelurahan lagi, masak kita makan sendiri. Terus yang ngantarkan kotak ke TPS...itu kan yang kerja anak honor Kelurahan. Masak dak di bayar..?Makan dan rokoknya lagi. Itu yang nanggung PPS,' tulis Zainuddin via WhatsApp.

Rupanya, selain pemotongan itu dilakukan oleh tingkat PPK, juga diterapkan oleh seluruh PPS di Kecamatan Kota. Pemotongan itu sebesar Rp. 150 ribu per TPS.

Hal itu diakui langsung Ketua PPS Kelurahan Gladak Anyar, Ari. Menurutnya, pemotongan itu atas kesepakatan bersama seluruh PPS se-Kecamatan Kota.

Sebab, kata dia, yang seharusnya dana yang diterima TPS Rp. 6 juta lebih, ternyata pihak PPK Kota Pamekasan hanya mencaikan dana Rp. 6 juta per TPS.

Sehingga, kata Ari, karena dirinya beserta rekan-rekan PPS-nya tidak terima akan aksi keji PPK yang memotong dana hingga jutaan rupiah, akhirnya dirinya sepakat memotong dana tersebut sebesar Rp. 150 ribu rupaih.

"Atas kesepakatan bersama itu. Dana yang diterima PPS dari PPK itu sebesar Rp. 6.000.000," kata Ari.

Terpisah, salah seorang Komisioner PPK Kota Pamekasan mengakui adanya pemotongan dana TPS, ATK dan Konsumsi per TPS. Menurutnya, pemotongan itu dilakukan oleh Ketua dan Bendahara PPK Kota Pamekasan.

"Itu yang tau Ketua sama bendahara, saya hanya sebatas anggota saja," kata Johan, Selasa malam (28/5/2019) kemaren.

Saat ditunjukkan RAB daftar rincian anggaran dana KPPS dari KPU RI yang hampir mencapai Rp. 7 juta rupiah, dia mengaku hampir mirip dengan RAB tersebut.

Namun, mengenai pomotongan dana tersebut dirinya menegaskan tidak ikut campur dan tahu menahu.

"Itu yang tau Bendahara, intinya tidak sama seperti itu dananya. Itu terlalu besar sedikit," ungkapnya.

Sekedar diketahui, tidak menutup kemungkinan, ke 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan juga melakukan praktik pemotongan dana TPS. (Faisol/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id.Jember-,Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur menggelar Antirogo Fashion Carnaval (AFC)...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Berlokasi di area Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kapolda...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Kolonel Inf Zainuddin, Danrem 083/Baladhika Jaya Malang, bersilaturomi ke Makodim 0821...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Agus Wicaksono, pria yang akrab disapa Agus Yuda, mantan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang periode 2014 -...

MEMOonline.co.id.Jember-.Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa...

Komentar