Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Ibu Zainab si Penderita Perut Kembung di Pamekasan Kini Butuh Uluran Tangan

Foto: Ibu Zainab si Penderita Perut Kembung di Pamekasan Kini terbaring lemas
229
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Sungguh memilukan bila melihat nasib Siti Zainab, warga Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, penyandang penyakit perut kembung dan keras, Selasa (11/6/2019).

Sebab, selain menyandang penyakit yang tidak diketahui pasti panyakitnya, ibu Zainab hidup sebatangkara.

Kondisinya semakin parah. Sekujur tubuhnya mulai sakit-sakitan. Matanya semakin tidak dapat melihat. Sulitnya kebutuhan sehari-hari, biaya hidup.

Ibu Zainab menceritakan kisah pilunya. Menurutnya, penyakit yang menimpa dirinya kurang lebih 1 tahun lamanya.

Mulanya, perutnya memang besar tapi tidak separah dan besar seperti saat ini.

Selama menyandang penyakit, ibu Zainab sempat di bawa ke Puskesmas Kowel dan dirujuk ke RS Larasati. "Masuk 2 kali ke rumah sakit," ucap Zainab.

Namun sayang, selama lima hari lamanya dirumah sakit, pihak RS Larasati tidak kunjung memberi hasil pemeriksaannya. Sehingga, ibu Zainab tau penyakit apa yang diidapnya.

"Sampek minta tolong ke ibu Ani, seseorang yang selalu sudi membantu," ungkapnya.

Berselang beberapa bulan kemudian, karena kondisinya semakin parah, tidak sadarkan dirinya, akhirnya di bawalah ke UPT RSU Mohammad Noer Pamekasan selama 5 hari jua.

"Alhamdulillah mengenai biaya di rumah sakit, dibiayai pak Harun (anggota legislatif)," tuturnya.

Lebih lanjut, kata Zainab, selama ia mengidap penyakit tersebut tidak ada sedikit pun bantuan dari pemerintah. Baik bantuan rastra, bantuan dana dan perhatian pun tak ada.

"Dulu sempat mendapat dana sebesar Rp. 300 ribu selama kurang lebih 3 tahunan. Yang dapat waktu masih sehat dulu," paparnya.

Sementara itu, Yayuk, salah seorang tetangganya yang sudi merawatnya menuturkan, kondisi ibu Zainab saat ini semakin parah.

"Sekarang kondisinya semakin parah, duduk saja sangat sulit dan mata semakin tidak dapat melihat," kata Yayuk.

Yayuk mangatakan, ibu Zainab adalah seorang warga Kelurahan Kolpajung yang hidup sebatangkara. Suaminya meninggal dunia semasih ibu Zainab sehat.

"Suaminya meninggal dunia lama, sekitar 5 tahunan. Keluarganya pun tidak ada," ungkapnya.

Hebatnya, meski ibu Zainab menyandang penyakit, kata Yayuk, ibu Zainab tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan.

"Meski sakit tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan. Ia cuma bilang, semoga puasanya itu bisa menyembuhkan penyakitnya itu," paparnya.

Kata Yayuk, selama ibu Zainab sakit, tidak ada satupun dari pemerintah yang berupaya menjenguk dan membantunya.

"Hanya dari Puskesma, pak Harun yang bantu dana itu dan ibu Endang Bidan yang kesini, itupun dulu," tuturnya.

Yayuk berharap, semoga ada relawan yang sudi membantu kehidupan ibu Zainab. "Semoga ada yang membantu, baik dukungan moral dan materiil," pungkasnya. (Faisol/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang - Ketua Pengadilan Negeri Lumajang yang sebelumnya dijabat oleh Eddy Soeprayitno S. Putra S.H M.H, saat ini...

MEMOonline.co.id, Bondowoso - Dalam rangka mempererat silaturrahmi dan meningkatkan suatu hubungan antara Pemerintah Desa dengan segenap elemen...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Perahu penumpang/Kapal Motor (KM) Kapak Arim Jaya yang melayani penyeberangan penumpang dari Pulau Gua-gua Raas menuju...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Markas Komando Militer kodim 0503 Jakarta Barat  diserbu anggota Polres Metro Barat....

MEMOonline.co.id, Jember - Dalam rangka mewujudkan kebersamaan dengan masyarakat, Komandan Kodim (Dandim)...

Komentar