Berkah Koran Bekas Bagi Seorang Pemulung Usai Sholat Ied di Jember

Foto: Taufiq Babun, dengan setumpuk koran bekas yang dikumpulkan usai sholat ird
447
ad

MEMOonline.co.id, Jember – Rupanya, sholat Id yang digelar  di masjid Jamik Al-Baitul Amin Jember, Rabu (5/6/2019) membawa berkah tersendiri bagi seorang pemulung, yang ada di daerah itu.

Terbukti Taufiq Babun, salah seorang pencari rongsokan asal KelurahanTegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pulang membawa setumpuk koran bekas usai mengikuti salat Idul Fitri, di masjid Jamik Al-Baitul Amin.

Koran-koran tersebut dikumpulkan Taufiq Babun, dari sisa-sisa alas salat yang digunakan oleh jamaah, yang menunaikan ibadah sholat Ied di Masjid Jamik Al-Baitul Amin.

Informasi yang dihimpun memoonline.co.id dari pria yang tinggal di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Tegalgede mengaku, jika setiap tahun dirinya selalu memulung koran bekas, dari sisa jamaah sholat Ied.

 Karena menurutnya, setiap Salat Id, jamaah selalu membeludak hingga ke halaman masjid. Sehingga mereka menggunakan koran sebagai alas beribadah.

“Setiap tahun saya selalu melaksanakan Salat Id di Masjid Al Baitul Amin. Saya memang sudah berniat mengumpulkan koran bekas. Jadi saat berangkat ke masjid, saya membawa becak sebagai alat angkut,” kata Taufiq Babun, Jum’at (7/6/2019).

Sedangkan jarak dari rumah Taufi ke Masjid Jamik cukup jauh. Berjarak sekira 6 Km. Namun karena ada misi lain selain Salat Id, membuatnya lebih memilih beribadah di masjid yang menjadi ikon Jember tersebut. Sebab, selepas Salat Id, dirinya langsung mengumpulkan koran bekas.

“Jamaah yang Salat Id itu kan biasanya membawa koran untuk dibuat alas. Begitu selesai salat, koran bekas itu ditinggal begitu saja. Jadi banyak yang berserakan. Lalu saya kumpulkan untuk dijual ke pengusaha rongsokan,” ungkap Taufik.

Memulung koran bekas sesusai Salat Id tersebut telah dilakoni Taufik selama 10 tahun terakhir ini. dirinya bisa mendapatkan koran bekas minimal 10 Kg. Hasil pendapatan dari mengumpulkan koran bekas, bisa dibilang lumayan besar baginya, yakni antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Apalagi, memulung koran bekas di Masjid Al Baitul Amin seusai sholat ied, menjadi kebanggaan tersendiri baginya Taufiq Babun. Sebab pendapatannya  lebih besar dari profesinya mengayuh becak, karena tidak ada pemulung lain  yang melakukan hal sama dengan dirinya.

“Sampai rumah, sebelum koran bekas ini saya jual, satu persatu koran tersebut dilipat ulang biar kelihatan rapi. Sebab, kondisi koran harus utuh. Kalau robek tidak laku dijual,” terangnya.

Bagi Taufik, Idul Fitri tak hanya menjadi momen bersilaturahmi dengan sanak saudara. Di hari Lebaran ini, juga membawa berkah bagi dirinya. Karena memperoleh pendapatan tambahan dari memulung koran bekas. (Inul/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Jember - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Etika komunikasi Indra Wahyudi Wakil Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur semakin...

MEMOonline.co.id, Sampang - Pelaku pencurian di Masjid  Torjun  Sampang Madura Jawa Timur, berhasil...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Gusdurian Peduli sebagai lembaga filantropi besutanJaringan Gusdurian...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak tahun 2018 PT Garam (Persero) men-declare pindah kantor ke Sumenep. Namun, kembalinya perusahaan negara (BUMN) itu...

Komentar