Akibat Hobi Tanpa Aturan, Leher Pengendara Motor Asal Desa Ellak Daya Lenteng Sumenep Nyaris Putus Tersangkut Tali Layangan

Foto: Korban Tali Gelasan Layangan Mengalami Luka serius di Area Leher
1892
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Permainan layang-layang yang hampir digandrungi semua usia, terutama di daerah pelosok memiliki kesan tersendiri bagi para penggemarnya. Seperti menjadi agenda musiman, permainan layang-layang hampir dimainkan di setiap tempat, salah satunya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Terlepas dari hal baiknya, permainan layang-layang juga bisa membawa dampak fatal dan membuat kerugian yang tidak diharapkan. Salah satunya seperti ketika layangan putus mengenai kabel PLN dapat menimbulkan pemadaman atau membuat orang terluka akibat tali gelasan yang melintang.

Seperti kejadian terbaru yang dialami oleh Habib warga Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng. Akibat permainan layang-layang itu, leher korban mengalami luka kurang lebih 30 cm pada Jum'at, (26/01/2024) siang.

Korban Habib mengatakan, bahwa saat itu ia sedang melintas di jalan raya daerah dan tali gelasan tiba-tiba mengenai lehernya dan tidak terlihat oleh korban.

"Kalau sebelumnya terlihat, otomatis saya menghindar. Masalahnya ini langsung kenak ke leher," ucap habib memberikan keterangan.

Tidak hanya Habib yang menjadi korban, hal senada juga dikatakan oleh Hasbi yang juga menjadi korban akibat tali gelasan. Sekalipun tidak separah yang dialami korban Habib, namun akibat kejadian serupa, permainan layang-layang yang tanpa menerapkan peraturan itu tetap menimbulkan kekacauan tersendiri, terutama bagi masyarakat yang menjadi korban.

"Malam Selasa kemarin saya lewat di daerah yang gak jauh dari lokasi kejadian itu juga kenak ke dahi saya. Yang saya alami pas malam hari, otomatis walaupun ada penerangan dari cahaya lampu tetap saja gak terlihat dengan jelas," terang Hasbi korban lainnya.

Selain itu, salah satu warga sekitar yang namanya disamarkan juga turut memberikan kesaksian bahwa dirinya mengalami peristiwa kurang menyenangkan akibat tali gelasan dari permainan layang-layang beberapa waktu lalu.

"Sepulang bekerja kan sepedaan. Sepeda saya ya jadi baret dekat roda itu. Mau marah sama siapa wong yang main itu gak cuma 1/2 orang," ucapnya.

Sementara itu, hingga tulisan ini diterbitkan belum ada keterangan apakah korban Habib mendapatkan penanganan medis atau hanya ditangani secara mandiri.

Penulis     :    Elok Andriani

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.,...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai menyinkronkan Dokumen Rancangan Akhir RKPD tahun...

MEMOonline.co.id, Tangerang- Fajar Okta atau yang lebih dikenal Menjelang Fajar adalah seorang fotografer asal Indonesia yang lahir di Padang dan...

MEMOonline.co.id, Badung- Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja...

MEMOonline.co.id, Jakarta- Pesta demokrasi yang ditandai dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak kembali akan berlangsung di penghujung...

Komentar