Demi Mendapatkan Keadilan, Korban Penganiayaan Dua Oknum Polisi di Sumenep Lapor Divisi Profesi dan Paminal

Foto: Korban penganiayaan oknum polisi didampingi kuasa hukumnya saat melapor ke Mapolres Sumenep
1601
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep  - Kasus dugaan penganiayaan dua oknum anggota Polisi yang diduga bertugas di Mapolsek Guluk - guluk, terhadap HTB (50), warga Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada hari Selasa (28 September 2021) lalu, dilaporkan ke Mapolres Sumenep.

Korban yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Rakyat Pembela Keadilan dan Orang-Orang Tertindas (LBH - FORpKOT) telah resmi melaporkan/mengadukan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian (Paminal) Polres Sumenep.

Menurut Ketua LBH - FORpKOT Sumenep, Herman Wahyudi. SH., pengaduan/pelaporan korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas yustisi prokes Kecamatan Guluk-guluk tersebut telah diterima oleh Paminal Polres Sumenep.

"Sesuai dengan petunjuk dari Kapolsek Guluk-Guluk kemarin, hari ini kami dan korban sudah melaporkan kasus dugaan penganiayaan terhadap HTB, ke Paminal Polres Sumenep," kata Herman Wahyudi. SH., media ini. Senin (25/10/2021) kemarin.

Lebih lanjut pengacara muda peradi itu memaparkan bahwa, yang dilaporkan oleh korban pada hari ini adalah oknum anggota Polsek Guluk-Guluk berinisial H.

Karena berdasarkan hasil investigasi kami dilapangan dan juga ciri-ciri yang dikenali oleh korban dan saksi yang melihat pada saat kejadian, terduga pelaku penganiayaan tersebut mengarah kepada yang bersangkutan.

"Bukti awal telah kami serahkan ke Paminal, dan alhamdulilah pengaduan korban bersama kami sudah diterima," ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap kepada Kapolres Sumenep melalui Paminal Polres untuk secepatnya memproses kasus dugaan penganiayaan tersebut.

"Sehingga kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum. Dan korban yang selama ini mencari keadilan dapat segera terwujud," ucapnya.

Dikatakan Herman, bahwa LBH FORpKOT akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Bahkan pihaknya akan meminta kepada Propam Polda Jawa Timur dan Irwasum Mabes Polri untuk dilakukan supervisi.

"Dalam waktu dekat ini kami akan berkirim surat ke Propam Polda Jatim dan Irwasum Mabes Polri untuk meminta dilakukan supervisi terkait laporan kasus dugaan penganiayaan ini," tukasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan penganiayaan tersebut bermula saat korban bersama temannya (satu rombongan red) menaiki mobil pick up, pada Selasa (28 September 2021).

Lalu, sekira pukul 10.00 Wib. Korban yang hendak mencari barang rongsokan ke Kabupaten Sampang, melintas di Kecamatan Guluk - guluk.

Namun karena di daerah tersebut saat itu sedang ada operasi yustisi vaksin, maka korban diberhentikan oleh petugas (yang selanjutnya diduga pelaku red) dan ditanyai tentang kartu vaksin.

Korban yang lupa tidak membawa kartu vaksin, menunjukkan SMS telah divaksin yang ada di hand phonnya.

Namun pelaku justru naik pitam dan menyangka korban menantangnya.

Selanjutnya korban diseret keluar dari mobil dibantu teman pelaku yang berbadan gemuk serta mengenakan jaket berwarna merah saat itu dan langsung dipukul secara membabi buta.

Tidak berhenti, korban yang sedang kesakitan masih ditendangi serta diinjak - injak disejur tubuhnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka bengkak pada alis kirinya, serta pada betis kirinya.

 

Penulis      :   Rawi Yanto

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep  - Sedikitnya, lima rumah warga Dusun Jungtoro’ Dajah, Desa Ambunten Timur, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Sumenep  - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung...

MEMOonline.co.id, Jakarta  - Salah seorang Penyuluh Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia...

MEMOonline.co.id, Bogor  - Kini untuk mencari tahu informasi tagihan air bulanan, pelanggan tak perlu lagi harus datang ke...

MEMOonline.co.id, Jember  - Seorang pria berinisial MLT (39) warga Kecamatan Kencong, Kabupaten...

Komentar