MEMO Online › Ekonomi & Bisnis

‎Warga Lumajang Keluhkan LPG 3 Kg Cepat Habis. Diduga Isi Tak Sesuai Takaran ‎

Kamis, 05 Maret 2026 12:48 WIB

Foto : Gas elpiji ukuran 3kg.
Foto : Gas elpiji ukuran 3kg.
Bagikan: WhatsApp Facebook X
‎

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sejumlah warga di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, mengeluhkan cepat habisnya gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang mereka beli dalam beberapa pekan terakhir.

‎ ‎Warga menduga isi tabung tidak sesuai dengan takaran semestinya.

‎ ‎Disampaikan Tono (47), warga Desa Karangbendo Kecamatan Tekung - Lumajang, biasanya satu tabung elpiji 3 kg cukup untuk keperluan memasak selama 5 sampai 6 hari. Namun belakangan, tabung serupa hanya bertahan selama 3 harian saja.

‎ ‎“Padahal penggunaan tetap sama, tapi gasnya cepat sekali habis. Kami curiga isinya tidak penuh, tidak sesuai,” ucapnya, Kamis (5/3/2026).

‎ ‎Keluhan serupa juga disampaikan oleh Lastri, warga Desa Karangsari Kecamatan Sukodono - Lumajang.

‎ ‎Ia mengaku dalam beberapa pekan terakhir, harus membeli elpiji lebih sering dari biasanya.

“Sekarang ini saya kerap atau lebih sering masak. Biasanya saya pakai 2 tabung itu tiap minggu, sekarang bisa 3 sampai 4 tabung gas elpiji. Ini kenapa juga ya?, ya curiga saja isinya tak penuh,” katanya.

‎ ‎Dugaan akan pengurangan isi tabung gas elpiji dari agen ke pengecer kian mengemuka. Warga berharap, pihak berwenang melakukan sidak dan pengecekan ke agen maupun pangkalan.

‎ ‎Dilain sisi, Lastri juga menyampaikan, saat hendak membeli gas elpiji 3 kilogram, kerap kosong. Mesti memutar mencari ke sejumlah pengecer untuk kemudian dapat.

‎ ‎Terpisah, Kepala Sub Bagian Sumber Daya Alam pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang Bonni Momenta, S.T dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu mengenai adanya keluhan warga tersebut.

‎ ‎"Saya butuh koordinasi dulu terkait hal ini," tulisnya melalui pesan WhatsApp.

‎ ‎Ditanya berkenaan dengan langkah kongkritnya. Hingga berita ini ditayangkan, Bonni belum merespon.

Berita lain di Ekonomi & Bisnis