SPAM Wilayah Utara Lumajang: Manfaatkan Sumber Mrutu Berusia 90 Tahun, Tahap Satu Capai 60 Persen
MEMOonline.co.id. Lumajang- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang berupaya mengatasi penurunan debit air di kawasan Ranu Bedali dengan memanfaatkan sumber mata air Mrutu yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang.
Sumber mata air yang telah ada sejak 90 tahun ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah utara Lumajang, khususnya daerah yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Air Minum pedesaan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Fahrizal, M.A., menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih hingga ke Kecamatan Ranuyoso mencapai 100 liter per detik. Namun mengingat keterbatasan anggaran, pemenuhan kebutuhan dilakukan secara bertahap.
"Kita sebelumnya mengajukan untuk pemenuhan hingga Kecamatan Ranuyoso, namun dikarenakan keterbatasan anggaran, kita lakukan progres bertahap. Saat ini merupakan tahap pertama," ujar Fahrizal, kemarin.
Konsep penyaluran air dilakukan secara bertahap dengan sistem peninggian bertingkat. Air dari sumber Mrutu akan dipompa ke tandon di Desa Sawarna Kulon, kemudian dialirkan ke tandon berikutnya di Sawarna Lor, dan selanjutnya menuju Desa Jenggrong.
Tahap pertama difokuskan untuk melayani lima desa, yaitu Desa Pandansari, Desa Krasak, Desa Bence, Desa Tempursari, dan Desa Sawarna Kulon, dengan estimasi jumlah penerima manfaat antara 2.000 hingga 2.400 Kepala Keluarga.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Pemasangan pipa berdiameter 40 sentimeter atau 16 inci telah terpasang sepanjang lebih dari 9 kilometer, dengan kedalaman tanam pipa mencapai 1,5 meter.
"Kita dalam hal ini bertindak sebagai tim teknis pengawas dan pengendali pelaksanaan di lapangan. Pengerjaan dilaksanakan oleh PT Kartika Eka Yasa yang berbasis di Jakarta, dengan total anggaran sebesar Rp49.652.678.000,00 bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026," jelas Fahrizal.
Diproyeksikan, sistem penyediaan air bersih ini akan mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran untuk kurun waktu hingga 15 tahun ke depan.(Mas Her)