Sempat Dibawa ke Polsek, Sopir Armada Angkutan Pasir Sebut Jadi Korban Tambang 'DPS'
MEMOonline.co.id. Lumajang- Pasca viral pemberitaan lokasi tambang pasir di Dusun Kamar Kajang Desa Sumberwuluh didatangi Bareskrim Mabes Polri, beredar video melalui pesan berantai WhatsApp, beberapa sopir teriak menyebut dirinya sebagai korban tambang 'DPS'.
Sejumlah sopir nampak diangkut menggunakan dum truk. Informasinya, dalam perjalanan menuju ke Polsek Candipuro - Lumajang.
"Korban Tambang DPS gitu, bilang suruh ngerap sama Abahnya, suruh ngerap sapi ini," teriak seorang sopir dalam video, berbaju pink.
Di lain sisi, media ini berhasil terhubung dengan salah seorang sopir melalui pesan WhatsApp. Mengakui dirinya dan sejumlah sopir yang lain, saat itu didata bertempat di Polsek Candipuro.
Sesudahnya, sejumlah sopir diperbolehkan pulang masing-masing.
"Di Polsek cuma dimintai keterangan saja," tulisannya melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026) malam, sembari meminta namanya tak disebut.
Terpisah, awak media menggali informasi seputar kata atau sebutan 'Abah' yang diteriakkan sopir.
Dihimpun dari sejumlah pihak dan narasumber, Abah merupakan warga setempat, pemilik tambang pasir CV. DPS. Sosok ini dikenal kuat di kalangan penambangan, bahkan sulit dijamah.
Peristiwa ini betul-betul disorot pasca setiap rangkaian, terangkat ke laman sosial media dan pesan berantai WhatsApp.
Siapa Abah yang disebut?, hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi ke sejumlah pihak yang dinilai ada hubungan, belum mendapatkan respon atau jawaban.