PT. Wira Karsa Kontruksi Pastikan Proyek Penguatan Lembaga Madrasah di Jatim Berjalan Optimal
MEMOonline.co.id. Lumajang- Andi, pimpinan PT. Wira Karsa Kontruksi pelaksana proyek revitalisasi sarana, prasarana, dan penguatan kapasitas lembaga madrasah di Jawa Timur menegaskan, tahapan harus berjalan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
Tegas, pria asal Makasar itu menepis jika dalam pelaksanaan, dikerjakan asal-asalan, berikut termasuk diantaranya pekerja tak menggunakan mesin pengaduk campuran (molen), alias manual.
Diakui saat didatangi beberapa awak media, dihari yang sama terjadi kendala. Mesin pengaduk krodit sehingga ditepikan sementara, untuk diperbaiki.
"Kami akui beberapa waktu kemarin, mesin rusak dan segera diperbaiki. Menyikapi kondisi itu, kami pastikan tahapan tetap berjalan dan campuran sesuai dengan ketentuan," ucap Andi, pada Memoonline, Rabu (19/11/2025) pagi.
Berikut teknis pemadatan tanah dititik lokasi yang pengerjaannya terdapat pembuatan pondasi, tentu dilakukan awal. Hal itu ungkap Andi, memastikan penguatan dasar bangunan berikut tetap melandasi perencanaan awal.
"Di lokasi di maksud, di Kecamatan Sumbersuko, dan titik lokasi di kecamatan lain, kami lakukan hal serupa. Tidak ada kami lakukan praktik yang kiranya menyimpang terlebih itu sifatnya krusial," imbuhnya.
Andi mengakui, sisi yang perlu diimbau berulang-ulang pada pekerja, mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD).
Berbagai alasan diutarakan oleh para pekerja, semisal gerah dan tak nyaman, kata Andi sehingga kadang tak dikenakan. Akan tetapi ditegaskan, mengenakan alat pelindung diri sifatnya wajib demi keselamatan diri dan pekerja lain.
"Penekanan itu, merupakan salah satu bentuk dari pengawasan," tuturnya.
Dilain sisi, Hendra Manager Tehnik menambahkan, pelaksanaan proyek berlangsung ditengah tingginya intensitas hujan, juga menjadi situasi yang perlu disikapi serius.
"Teknis kami sesuaikan. Intinya kami targetkan supaya selesai sesuai tenggang waktu yang telah ditentukan, dan hasilnya optimal, sehingga asas manfaat dari program atau realisasi APBN ini bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya dilingkup pendidikan dengan fasilitasnya yang memadai," ulas Hendra.
"Selebihnya, kami meminta maaf, dikarenakan kemarin saat dikonfirmasi, kami sedang ada kegiatan rapat dengan dinas, sehingga kami belum sempat memberikan klarifikasi, dikarenakan rapatnya sampai malam," pungkasnya.
Hendra membuka ruang terbuka pada khalayak, untuk sama-sama mengawasi tahapan mendasari asas transparansi. "Sampaikan kepada kami manakala dirasa ada kekurangan. Kami pastikan akan sikap dan benahi, karena ini pelaksanaan ini tak lain merupakan amanah dari masyarakat," pungkasnya.
Sebagai informasi, PT. Wira Karsa Kontruksi, mengerjakan proyek tersebut dengan anggaran global Rp. 13.557.557.000,00 berasal dari APBN 2025.
Titik pelaksanaan terbagi menjadi 12 lokasi, 7 diantaranya di Kabupaten Lumajang, sementara 5 yang lain, berada di Kabupaten Malang.