Kinerja Satresnarkoba Polres Sampang Dipertanyakan
MEMOonline.co.id. Sampang- Kinerja Satresnarkoba Polres Sampang dalam menangkap pelaku narkoba patut dipertanyakan.
Bagaimana tidak, dalam menangkap jaringan narkoba, polisi hanya menangkap satu orang, padahal saat kejadian itu ada dua orang.
"Ada apa ini, polisi kok hanya menangkap 1 orang. Padahal itu dua orang," ungkap Abu Hoiri, paman korban kepada MEMO Online pada Senin (15/12/2025).
Kata dia, RR (21), warga Kelurahan Gunung Sekar kota Sampang diduga dijebak oleh temannya berinisial (AH) di jalan raya desa Pangilen Sampang pada Selasa (9/12/2025).
Sebelumnya kata dia. RR bermain volly di lapangan dekat rumahnya. Saat itu juga AH mendatangi lokasi dan memaksa RR untuk ikut bersamanya.
"Tanpa rasa curiga sedikit pun, RR akhirnya ikut dengan cara berbonceng pada AH," papar Hoiri.
Lebih lanjut Hoiri memaparkan, RR saat dibonceng oleh AH, tiba tiba dihentikan oleh polisi dengan mengendarai sepeda motor scoopy warna merah dan mobil Avanza warna putih.
Mengetahui ada polisi mencegatnya, AH langsung berhenti dan melempar barang bukti (BB) ke arah RR yang sebelumnya diselipkan di bawah setir sepeda motornya oleh AH.
"Mengapa polisi hanya menangkap RR, mengapa AH dilepas begitu saja," ungkap Hoiri bertanya tanya.
Padahal kata dia, kalau polisi mau mengembangkan kasus ini, bukan AH saja yang terlibat dalam jaringan ini, tapi ada juga inisial A yang menyuruh dan memberikan uang untuk membeli narkoba jenis sabu kepada AH.
"Dalam kasus ini ada 3 orang, yakni inisial RR, AH dan inisial A, mengapa kok RR saja yang ditangkap," papar Hoiri.
Malah yang paling mengejutkan kata Hoiri, korban RR dipaksa oleh polisi untuk mengaku sebagai pemilik sabu, dan bahkan RR mengalami kekerasan fisik saat di kantor polisi.
"Bahkan RR saat di tes urine di Polres Sampang hasilnya negatif," ungkap dia.
Terpisah, Plh Kasat Narkoba Polres Sampang Iptu Indarta Hendriyansyah saat dikonfirmasi oleh awak media terkait hal tersebut mengatakan belum mengetahui perkara ini.
"Saya masih ada kegiatan diluar. Kasus yang mana ya, saya belum tahu. Akan saya cek dulu ke anggota," ungkap Indarta.