MEMO Online › Pemerintahan

Diduga Dikerjakan Tak Sesuai Standar, Proyek Irigasi PU SDA Jatim Rp949 Juta di Lumajang Disorot Warga

Minggu, 21 Desember 2025 19:15 WIB

Foto : Salahsatu dokumentasi warga, sejak awal berjalannya proyek
Foto : Salahsatu dokumentasi warga, sejak awal berjalannya proyek
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pemeliharaan jaringan irigasi di Jurang Dawir, Desa Kebonsari dan Grati, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, memantik sorotan warga.

Proyek bernilai hampir Rp1 miliar itu diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis dan prosedur yang berlaku.

Berdasarkan data yang diterima media ini, Minggu (22/12/2025), tahapan pengerjaan proyek dengan anggaran Rp949.989.201,00 tersebut terindikasi bermasalah dan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Sumber warga menyebutkan, pemasangan batu drainase beserta pondasi dilakukan dalam kondisi tergenang aliran sungai.

Bahkan, sejumlah pekerja terlihat berendam di aliran air hingga setinggi paha saat pengerjaan berlangsung.

“Ya itu kondisinya, Pak. Kami warga ikut mengawasi proyek itu. Kami foto dan video karena berharap uang negara dari pajak rakyat tidak dikerjakan sembarangan. Kalau perlu akan kami laporkan, jangan sampai proyek dikerjakan ngawur,” ujar sumber kepada Memo.

Tak hanya soal metode pengerjaan, kualitas material proyek juga dipertanyakan.

Ukuran batu yang digunakan dinilai lebih kecil dibanding standar proyek serupa.

Campuran material pun diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan dalam waktu dekat.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Remaja Karya, dengan sumber anggaran dari DPPA-SKPD Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur melalui UPT PSDA WS Bondoyudo Baru Lumajang, tahun anggaran 2025.

Sumber warga mengaku dokumentasi dilakukan secara rutin dan berkala sebagai bentuk pengawasan publik.

“Itu baru foto awal, Pak. Nanti masih ada lagi. Kalau sudah waktunya, semua akan kami laporkan supaya dicek menyeluruh,” imbuhnya, sembari meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Sementara itu, H. Munib, pelaksana proyek dari CV Remaja Karya, saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan.

“Maaf nggak bisa, saya sakit. Masih pemulihan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Upaya media ini untuk meminta tanggapan lanjutan, termasuk rekomendasi perwakilan dari CV Remaja Karya, juga belum mendapatkan respons.

Di sisi lain, Prabowo, Kepala UPT Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur di Lumajang, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

Ia menegaskan akan memastikan realisasi anggaran negara untuk proyek infrastruktur berjalan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang ditetapkan.

Berita lain di Pemerintahan