MEMO Online › Ekonomi & Bisnis

Bekerja Sama Dengan SBI Tuban, Pemkab Sumenep Lakukan Langkah Inovatif 'Ubah Sampah Jadi Energi'

Jumat, 07 November 2025 12:44 WIB

Foto: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim melakukan prosesi menandai pengiriman perdana RDF hasil pengolahan sampah dari Kabupaten Sumenep ke Pabrik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Tuban, Jatim.
Foto: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim melakukan prosesi menandai pengiriman perdana RDF hasil pengolahan sampah dari Kabupaten Sumenep ke Pabrik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Tuban, Jatim.
Bagikan: WhatsApp Facebook X

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dari tumpukan sampah lahirlah energi. Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi menggandeng PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melalui divisi Nathabumi untuk mengubah limbah kota di Pulau Garam menjadi bahan bakar alternatif Refuse-Derived Fuel (RDF).

Kerja sama ini diresmikan pada Kamis (6/11) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus pengiriman perdana RDF ke pabrik SBI Tuban, dalam seremoni yang digelar di Graha Mandaraka, kawasan Keraton Sumenep.

Penandatanganan dilakukan oleh Plh Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni, dan Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim.

Kiai Imam menyebut langkah ini sebagai wujud nyata komitmen menuju ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Selain bermanfaat bagi lingkungan, pengelolaan sampah menjadi RDF juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu kami bekerja sama dengan Solusi Bangun Indonesia yang sudah berpengalaman di bidang ini,” ujarnya.

Kabupaten Sumenep, dengan luas wilayah 2.093 kilometer persegi dan populasi 1,1 juta jiwa, setiap harinya menghasilkan sekitar 116 ton sampah.

Angka itu terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab memilih jalan inovatif dengan mengonversi sampah menjadi energi alternatif.

SBI, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, telah lebih dulu meneken MoU pada 6 September 2024. Nantinya, RDF hasil olahan dari Sumenep akan dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian batu bara dalam proses produksi semen di pabrik SBI Tuban.

Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, menegaskan bahwa RDF bukan sekadar solusi teknis, melainkan langkah strategis menuju industri hijau.

“Pemanfaatan RDF tidak hanya membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta menekan emisi karbon,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan contoh sinergi strategis antara industri dan pemerintah daerah, yang diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi daerah melalui pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Sumenep sendiri telah memenuhi seluruh kriteria teknis dan kualitas RDF sesuai standar SBI, menandai kesiapan menuju sistem pengelolaan sampah modern dan efisien.

“Kami berharap kerja sama ini bisa diperluas hingga wilayah kepulauan. Ini bukan sekadar pengiriman RDF, tetapi langkah besar menuju Sumenep yang lebih bersih, mandiri, dan berdaya lingkungan,” tutup Kiai Imam.

Berita lain di Ekonomi & Bisnis