Audit APIP Pemdes Barat, Inspektorat Lumajang Belum 'Buka Mulut'
MEMOonline.co.id. Lumajang- Rangkaian problem diinternal Pemerintahan Desa Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, terus menggelinding bak bola panas. Sejumlah pihak menyesali, sikap kepala desa menjabat yang sarat acuh, membiarkan situasi tidak kondusif.
Upaya konfirmasi media seputar problem, berujung kandas. Effendi Yulianto, Kepala Desa Barat menutup akses. Diduga orang nomer satu di Pemerintahan Desa Barat itu, memblokir WhatsApp wartawan, seperti dilihat media ini, Minggu (30/11/2025).
Sumber terpercaya pada media ini memberikan informasi, jika pemangku kewenangan OPD Pemkab Lumajang, tengah melakukan audit APIP (Aparat Pengawas Intern Pemerintah).
"Masih diaudit oleh Inspektorat," ucap sumber.
Imbuh sumber menerangkan, pengumpulan bahan, data dan keterangan juga terus dilakukan.
Berikut beberapa poin problem yang terjadi di internal Pemdes Barat, diantaranya :
1. Pengadaan makam umum. Menurut warga mulanya kades menarik iuran, akan tetapi tak kunjung terealisasi, sehingga warga merasa ditipu.
2. Pengelolaan TKD (Tanah Kas Desa) yang tidak transparan. Muncul kegaduhan, banyak pihak yang mengklaim penggarapan. Diduga tanah kas desa disewakan ke beberapa pihak, untuk keperluan pribadi sang kades.
3. Honor atau gaji perangkat yang diakui sejumlah sumber (perangkat -red), belum diberikan. Berujung pada terhambatnya akselerasi perangkat untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
4. Pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan. Diduga tak terealisasi dengan baik. Warga menyebut minim pembangunan infrastruktur, dan kondisi itu, menghambat pertumbuhan sektor UMKM.
5. Dugaan pungutan liar dalam tahapan perekrutan perangkat dan staf desa.
Perihal informasi audit diterima media ini, hingga berita ini ditayangkan, Aan Irban V Inspektorat Kabupaten Lumajang dikonfirmasi, nampak enggan menanggapi.
Di hari sebelumnya, sempat dia membalas pesan WhatsApp, menyematkan kalimat jika ada acara di luar. Namun setelah dikerucutkan mengenai informasi tersebut, tak lagi merespon.