Aktivis Ultimatum Pemkab Sampang Segera Gelar Pilkades
MEMOonline.co.id. Sampang- Forum Aktivis Madura (FAM) ultimatum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk segera menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2026 mendatang.
Sampai detik ini, Pemkab Sampang belum memberikan statement resmi kapan Pilkades di kabupaten Sampang ini digelar.
Padahal Kemendagri sudah memberikan ijin untuk digelar Pilkades di kabupaten Sampang.
Hal itu diungkap ketua FAM Samsul Arifin. Kata dia, untuk Pilkades di kabupaten Sampang harus segera digelar.
"Kami akan kawal terus agar Pilkades di kabupaten Sampang segera digelar," ungkap Samsul Arifin saat jumpa pers di salah satu cafe di kota Sampang, Sabtu (22/11/2025) malam.
Kata dia, Berdasarkan informasi yang kami dapat, rapat antara pihak DPMD di kantor DPRD Sampang belum ada kejelasan terkait anggaran Pilkades.
Di kabupaten Sampang sendiri terdiri dari 180 desa dianggarkan Rp. 30 M. Padahal di kabupaten sebelah tidak semahal di kabupaten Sampang.
"Kalau kita berkaca pada kabupaten sebelah, anggaran Pilkades tidak semahal di kabupaten Sampang," ungkap dia.
Samsul menjelaskan, di kabupaten Sampang sendiri kalau kita rinci per desa mencapai Rp. 120 juta, padahal di kabupaten sebelah hanya Rp. 80 juta per desa.
"Ada apa ini, apa ini sengaja anggaran dibengkakkan agar Pilkades tidak bisa digelar," kata dia sambil bertanya tanya.
Di tempat yang sama, Mausul koordinator aksi mengatakan, eksekutif dan legislatif untuk segera menganggarkan anggaran Pilkades, dan segera menjadwalkan Pilkades di tahun 2026.
"Kalau ini tidak diindahkan, pihaknya akan terus berjuang dengan aksi lima kali lipat dari aksi sebelumnya," ucap Mausul.
Pihaknya juga kata dia, akan menggelar aksi di Provinsi Jawa Timur, ini bentuk perjuangan kita untuk menegakkan demokrasi di kabupaten Sampang.
"Selasa depan ini kita aksi ke Provinsi Jatim untuk menemui Khofifah, biar tahu bahwa Sampang demokrasinya sudah mati," papar dia.
Lebih lanjut dia memaparkan, dalam aksi jilid 1 kemarin, wakil Bupati Sampang Ra Mahfud menemui massa aksi, dalam keterangannya Ra Mahfud memberikan tanda tangan untuk memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan aksi demonstrasi.
"Sampai detik ini belum ada tanda - tanda keseriusan dari Ra Mahfud," pungkas dia.