Ternyata ! Begini Modus Operandi 'Oknum' Melakukan Aksi Pungli Dana BOP PKBM di Sumenep

Foto: Ilustrasi google
115
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Setelah dilakukan penelusuran ke sejumlah lembaga atau pengelola pendidikan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mengetahui jika Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten paling timur di Madura, tidak 100% diterima lembaga.

Pasalnya, masih ada pemotongan 15 % serta pungutan lainnya oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sehingga, dana BOP yang diterima lembaga, hanya berkisar 85 % dari 100 % jumlah total bantuan.

Akibatnya, aroma pungutan liar (pungli) dana BOP pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ini mulai merebak dari sejumlah pengelola pendidikan kesetaraan, yang merasa gerah dengan ulah oknum tersebut.

Sesuai Informasi yang diterima media ini dari Gandi, aktivis salah satu LSM di Sumenep, diketahui jika ada oknum koordinator PKBM yang didiga terlibat dalam aksi pungli dana BOP PKBM sebesar 15 %.

"Saya dimintai 5% saat termin pertama, dan termin kedua saya diminta 10% dengan alasan pengamanan dan alasan lainnya," kata Gandi, seraya menirukan salah satu pengelola PKBM yang ditemuinya, Senin (22/03/2021) malam.

Selain itu, Gandi juga menerangkan jika modus pungli yang dilakukan oknum tersebut, berkedok fee pengamanan dan kelancaran bantuan itu.

Bahkan menurutnya, model - model modus seperti itu, bisa dibilang sudah membudaya dalam beragam jenis bantuan di Sumenep.

"Permintaan fee yang 15% itu bukan terjadi dalam satu tahun, itu sudah menjadi budaya. Namun anehnya, masih banyak permintaan lain walau kita sudah ngasih 15%," lanjut dia.

Bahkan, pengelola PKBM ini menilai permintaan fee oleh oknum koordinator PKBM atas dana BOP terlalu nekat. Pasalnya, ada bocoran informasi yang menyebut salah seorang oknum koordinator sudah dipanggil pihak berwajib di Sumenep.

"Saya denger ada salah satu pengurus koordinator PKBM yang dipanggil pihak Kejaksaan Sumenep. Namun anehnya belum ditetapkan tersangka, padahal orang itu sudah jelas yang berperan di belakang layar," pungkasnya.

Penulis: Alvian

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Ismail, Mantan Kepala Desa (Kades) Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditangkap polisi...

MEMOonline.co.id, Sampang - IL inisial, mantan kepala Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditangkap Satreskrim...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Sebagai bentuk solidaritas dan simpati pada ibu Hamidah, yang putrinya diduga dibunuh dengan sadis oleh orang tak...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Meski kasus penarikan biaya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Jalan Kabupaten di Desa Grati, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belakangan ini menuai keluhan dari masyarakat, khususnya...

Komentar