Polri Harus Usut Raibnya Barang Bukti 11 Kg Sabu di Surabaya

Foto: Ilustrasi gambar tikus pengutil BB
848
ad

MEMOonline.co.id, Jakarta - Kasus hilangnya barang bukti 11 kg sabu di Surabaya, Jawa Timur perlu diusut Mabes Polri.

"Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim untuk membentuk tim khusus dalam mengusutnya, agar diketahui secara persis barang bukti itu hilang di lingkungan kepolisian, kejaksaan atau dimana," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui siaran pers tertulisnya, Selasa (6/4/2021).

Indonesia Police Watch (IPW) melihat, kasus hilangnya barang bukti sabu sebanyak 11 kg itu menunjukkan adanya mafia pengutil barang bukti di lingkungan aparatur penegak hukum yg membuat barang bukti tidak aman, terutama jenis narkoba.

"Tikus tikus pengutilnya tidak boleh dibiarkan," tegas Neta.

Hilangnya barang bukti sabu 11 kg itu, kata Neta, terungkap dalam sidang terhadap Agus Hariyanto, kurir narkoba asal Medan.

Terkuaknya bahwa barang bukti sabu seberat 11 kg raib dalam persidangan ini mengejutkan banyak pihak.

Neta menjelaskan, Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya, dinyatakan bahwa terdakwa Agus Hariyanto, pada Sabtu (5/9/2020) di Hotel Swiss Bell Medan, Sumatera Utara, bersama Riki Reinnaldo (tewas ditembak aparat) mendapat 35 bungkus sabu dalam kemasan teh asal China masing masing seberat 1 kg dari bandar Saepudin (DPO) untuk dibawa ke Jakarta dan Surabaya.

Barang bukti sabu yang dimasukan dalam dua koper tersebut, oleh terdakwa sebanyak 15 bungkus (15 kg) diserahkan kepada pengedar di Jakarta.

Namun petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya yang telah memetakan keberadaannya, Senin (6/9/2020) terdakwa bersama dua rekannya yakni Nur Cholis (44) dan Riki Reinnnaldo (22) ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

Karena berusaha melawan dan menyerang petugas menggunakan parang saat akan diamankan, kedua rekan terdakwa Nur Cholis (44) dan Riki Reinnaldo (22) diberi tindakan tegas dan tewas setelah dadanya diterjang timah panas.

Dari tangan ketiganya petugas menyita barang bukti sabu seberat 21 kg. Namun ternyata saat disidangkan barang bukti di pengadilan hanya 10 kg dan yg 11 kg lainnya raib entah kemana.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suparlan, dari Kejari Surabaya saat dikonfirmasi wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/4/2021) terkait jumlah barang bukti yang dihadirkan dalam sidang, menyatakan sesuai dalam dakwaan.

"Barang bukti yang kami terima sesuai dalam dakwaan, sebanyak 10 bungkus yang dimasukan dalam kemasan Teh China," terang Suparlan.

Disinggung 11 kg sabu barang bukti yang raib tersebut, Suparlan mengaku mendapat limpahan sesuai dakwaan.

IPW mendesak Kapolri agar memerintahkan Kabareskrim mengusut kasus hilangnya barang bukti sabu ini.

"Kasus ini tidak boleh dibiarkan. Tikus-tikus pengutil barang bukti sabu harus diseret ke pengadilan," imbuh Neta.

"Jika tidak kasus narkoba akan terus berkembang biak di negeri ini karena oknum aparat penegak hukumnya menjadi tikus-tikus yg bermain di balik bisnis ilegal narkoba," pungkas Neta.

Penulis: Bambang

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - IL inisial, mantan kepala Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditangkap Satreskrim...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Sebagai bentuk solidaritas dan simpati pada ibu Hamidah, yang putrinya diduga dibunuh dengan sadis oleh orang tak...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Meski kasus penarikan biaya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Jalan Kabupaten di Desa Grati, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belakangan ini menuai keluhan dari masyarakat, khususnya...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri yang sudah membongkar secara detail...

Komentar