'Mengupas' Sisi Kehidupan Warga Binaan Lapas II B Lumajang

Foto: Dua warga binaan Lapas II B tengah membuat meja
242
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Selama menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP), ternyata banyak hal yang diperoleh oleh warga binaan (nara pidana).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Lumajang Agus Wahono A. Md. IP. SH. MH saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2020)

. "Ada pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Kalau pembinaan kepribadian itu meliputi pendidikan. Mulai dari pendidikan agama, disini kita bekerja sama dengan yayasan - yayasan diluar untuk membimbing mereka (warga binaan / napi - red). Masuk tiga kali (perminggunya) dengan Yayasan Cahaya Al-Qur'an, Pondok Pesantren dan yang lainnya. Ada yang melalui Zoom, kita bekerja sama dengan Cinta Al-Qur'an Foundation dari Bogor dalam program Indonesia cinta Al-Qur'an," terang Agus.

Agus berharap, andai ada warga binaan yang buta aksara / tidak bisa membaca Al-Qur'an, melalui pembinaan tersebut, bisa lancar membacakannya.

Kemudian pembinaan selanjutnya yakni pembinaan kemandirian. Imbuh Agus, pembinaan ini meliputi pembinaan keterampilan (pembuatan miniatur-miniatur) dan kesenian lainnya.

"Kita ada pembinaan bikin batako. Kemarin kita bikin seribu batako dan hasilnya saat itu digunakan sebagai bahan meterial bedah rumah di salah satu desa di Kabupaten Lumajang. Lalu ada lagi membikin paving. Budidaya lele, dan juga hasilnya bisa dimanfaatkan di dapur lapas. Kemudian pertanian, berupa tanam sawi (tanaman hydrophonic), itu juga dipergunakan di dapur lapas, sebagai (keperluan warga binaan). Juga membikin meja," imbuh dia.

Selama berada di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan, warga binaan diupayakan menjadi pribadi yang lebih baik.

"Kalau dulu mereka tidak sholat, paling tidak saat ini mereka bisa sholat. Tau huruf hija'iyah dan bisa membaca Al-Qur'an. Dulunya tidak terampil mengurus tanaman, sekarang mereka bisa mengurus tanaman. Itupun yang pembinaan kemandirian itu juga kalau memang nanti dijual, hasilnya mereka dapat insentif. Selain mereka dapat insentif, kita bisa menyumbang PNBP (Penghasilan Negara Bukan Pajak) dari hasil penjualan yang kita laksanakan," tukas Agus.

Dari serangkaian pembinaan yang dilakukan, Agus berharap nantinya setelah bebas dan usai menjalani masa hidup di Lembaga Pemasyarakatan, akan menjadi pribadi yang baik, sadar hukum, sadar agama dan membanggakan bagi anak dan istri.(Her/red)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, BANGKALAN - Paska didesak warga Desa Pocong, Tragah untuk memberikan CSR, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akhirnya akan...

MEMOonline.co.id, BANGKALAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda 1 Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Peristiwa persetubuhan kakak beradik di Kecamatan Gapura hingga melahirkan seorang anak itu...

MEMOonline.co.id, Sampang - Operasi Yustisi Protokol kesehatan Covid -19 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur jaring 14...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Terjadi kecelakaan antara mobil pikap Carry dan mobil sedan di Jalan Raya...

Komentar