Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Pentingnya Dengan Papua

Foto : Rapat konsultasi Pimpinan DPD RI dengan Wapres RI
114
ad

MEMOonline.co.id, Jakarta - Wacana Pemerintah untuk membuka moratorium pemekaran daerah secara terbatas hanya untuk Provinsi Papua dan Papua Barat mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono. Mengingat, hal itu dapat menimbulkan dikotomi. Karena permasalahan Kalimantan, khususnya wilayah perbatasan juga sama strategisnya dengan Papua.  

Hal itu disampaikan Nono Sampono, dalam forum rapat konsultasi antara pimpinan DPD RI dengan Wakil Presiden, KH Makruf Amin yang berlangsung secara virtual, Rabu (5/8/2020). 

Selain Nono, hadir dalam rapat tersebut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Mahyudin, berhalangan hadir. 

“Kami di DPD sudah mengusulkan RUU Wilayah Perbatasan. Tetapi kami dahulukan RUU Daerah Kepulauan untuk masa bakti ini. Artinya, wilayah perbatasan khususnya di Kalimantan juga merupakan isu strategis. Karena wilayah perbatasan itu bukan lagi punggung, tetapi wajah dan etalase negara ini. Jadi kami usulkan agar pemekaran terbatas juga memasukkan Kalimantan, selain Papua dan Papua Barat,” tandas Nono. 

Menangapi hal itu, KH Makruf mengatakan bahwa yang sudah menjadi keputusan pemerintah sementara ini memang masih terbatas untuk Papua dan Papua Barat, menyusul pertemuan antara Presiden Jokowi dengan 61 tokoh setempat. 

“Saat itu para tokoh Papua dan Papua Barat minta pemekaran menjadi 7 provinsi baru. Namun Presiden menyatakan tidak mungkin sebanyak itu. Yang mungkin 2 atau 3 provinsi,” ungkap Makruf.

Ditambahkan, bagi pemerintah, pemekaran harus mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari kemampuan fiskal daerah, pertimbangan isu strategis nasional dan kemampuan keuangan negara. 

“Sehingga kita moratorium dulu. Karena bagi pemerintah, pemekaran bukan satu-satunya solusi. Penguatan daerah bisa ditopang dengan banyak cara. Termasuk dana desa dan bantuan pemerintah lainnya. Itu poinnya,” ujar Makruf. Namun mengenai wilayah perbatasan, khususnya Kalimantan, Wapres menyanggupi akan membicarakan dengan Presiden.  

Dalam rapat itu juga, pimpinan DPD menagih rekomendasi yang telah diajukan DPD sejak tahun 2017 lalu, yakni Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penataan Daerah dan PP tentang Desain Besar Penataan Daerah yang hingga kini belum juga ada. Padahal PP tersebut dinilai cukup penting. 

Terakhir, DPD RI melaporkan adanya 173 aspirasi pembentukan daerah otonom baru yang terdiri dari 16 calon DOB provinsi, 130 calon DOB kabupaten dan 27 calon DOB kota. (*/Bam/Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Madura berencana menutup kembali PT Tanjung...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Warga masyarakat Kota Batu tak perlu khawatir untuk mengurus akta kelahiran....

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Pembebasan lahan oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS)...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep Nomor 6 tahun 2012 tentang pedoman...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Angka kematian akibat Covid-19 di Bangkalan secara prosentase paling tinggi se-Jawa...

Komentar