Diduga Sumber Gas, Kades: Hati-hati Takut Mengandung Racun

Foto: Muspika Kecamatan Kalisat saat mendatangi lokasi penemuan sumber gas
628
ad

MEMOonline.co.id, Jember - Musyawrah pimpinan kecamatan (Muspika) Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember bersama dengan sejumlah warga  datang ke lokasi  yang diduga mengandung gas minyak tanah. Senin (3/8/20).

Kedatangan pejabat di lingkungan Kecamatan itu berawal dari informasi yang viral di berbagai media sosial (Medsos) terkait sumber air yang diduga mengandung gas tersebut.

Kepala Desa (Kades) Sumber Kalong Ahmad Sahri mengatakan, Muspika dan Satpol PP setempat sudah mengecek lokasi. Namun kedatangan mereka belum bisa memastikan apakah temauan warga yag sempat membuat heboh publik Jember itu mengandung gas atau karena pencemaran lingkungan.

"Jadi mereka hanya memastikan kebenaran kabar yang beredar,” ucap dia.

Ia menerangkan, untuk menghindari bahaya keracunan, Pemerintah Desa (Pemdes) dan kepolisian telah berkoordinasi, yakni dengan memberi papan peringatan dan memasang patok di sekitar air.

Pasalnya, jika tidak dipasangi tanda dikhawatirkan warga tetap mendatangi lokasi. Apalagi hingga saat ini belum diketahui pasti kandungan gas dalam air tersebut beracun atau tidak.

Menurut Sahri, warga sekitar sudah terbiasa mengambil air menggunakan timba, dengan dipasangnya patok atau plang peringatan, diharapkan warga berhenti mendatangi lokasi tersebut.
 
"Dikhawatirkan saat mengambil air konsetrasi gas sedang tinggi sehingga berpotensi mencelakai warga, jadi harus hati-hati takut mengandung racun," paparnya.

Dia menambahkan, sumber air itu berdiameter satu meter persegi dengan kedalaman satu meter sampai permukaan air. Semakin dalam, diameter lubang nampak semakin mengecil dan mengerucut.

"Air belum diketahui kedalamannya. Saat ini Air lebih kerap keruh lantaran gelembung gas yang secara konstan muncul sehingga air nampak seperti minyak," imbuhnya.

Sembari menunggu petugas dari pemerintah kabupaten (Pemkab), melalui pemerintah kecamatan, pihaknya sudah mengirim surat ke Dinas terkait perihal adanya sumber air yang mengandung gas minyak tanah tersebut.

"Dari pihak desa sudah mengirim surat ke dinas, dan surat itu sudah ditindak lanjuti oleh kecamatan, namun sampai sekarang belum ada datang," pungkas Sahri. (Inu/Zai/Red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Madura berencana menutup kembali PT Tanjung...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Warga masyarakat Kota Batu tak perlu khawatir untuk mengurus akta kelahiran....

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Pembebasan lahan oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS)...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep Nomor 6 tahun 2012 tentang pedoman...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Angka kematian akibat Covid-19 di Bangkalan secara prosentase paling tinggi se-Jawa...

Komentar