Waduh ! Ratusan 'KK' Desa Burno Lumajang Terancam Digusur

Foto: Prayit, warga Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, saat wawanca dengan media
317
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Ratusan warga Dusun Karang Anyar Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur, memasang tulisan 'Tolak Tukar Guling' tepat didinding teras depan rumahnya masing - masing, Selasa (14/7/2020).

Usut demi usut, warga kian merasa ditekan oleh pihak perhutani melalui mandor dan LMDH setempat.

Lokasi yang sudah ditempatinya dalam kurun waktu berpuluh - puluh tahun, menurut warga setempat akan ditukar guling oleh pihak perum perhutani. Rumah warga akan digusur selanjutnya mereka akan dipindah tempatkan di wilayah Kecamatan Pronojiwo.

Mirisnya, warga dikenakan biaya Rp. 35ribu / meter, atas luasan lahan yang ditempatinya saat ini.

"'Ada program, entah dari perhutani atas ataukah dari petugas di lapangan masyarakat belum tahu. Cuma ada program tukar guling, jadi disini per/meter tukar guling itu diterangkan Rp. 35 ribu. Jadi kalau dijumlah, 1 hektar itu berkisar Rp. 350 jutaan. Warga disuruh bayar," terang Prayit pria lansia warga setempat, pada awak media.

Masih kata Prayit, sedari orang mulai tahun 1942 sudah bertempat tinggal disini. Mulai Jepang masuk dulu, mendiang kakek dan neneknya sudah bertempat tinggal di Desa Burno.

"Makanya, warga yang tidak mampu, menyuarakan tolak tukar guling itu tadi," imbuh Prayit.

Didampingi sejumlah warga yang lain, saat itu Prayit juga mengingat wejangan mendiang kakek dan neneknya dulu, jika tempat yang ditempatinya saat ini boleh, ditempati asalkan tidak diperjual belikan.

"Saat itu, bapak - bapak saya dan kami semua disini, menyampaikan boleh menempati turun temurun, tapi tidak boleh dijual, diatur oleh jawatan kehutanan," tukasnya.

Mengingat akan hal itu, Prayit merasa heran, mengapa sekarang ada program seperti ini.

"Terus terang, tolak saja tukar guling itu tadi," pungkas Prayit disauti benar, oleh warga yang bersamanya saat itu.

Sejak awal pengukuran, sekira pada bulan puasa kemarin, warga mengaku sudah menolak. 

Namun, LMDH, Mandor perhutani tetap meneruskan dan membuat kelompok panitia pengukuran.

Terang warga, saat itu disaksikan oleh pihak Forkopimka Senduro.

Terkini, akan kejadian ini, warga merasa tertekan. Pihaknya berencana akan menyurati Presiden, untuk mengadu.

Informasi dihimpun media ini, ada 130 'KK' yang berani menyuarakan dari 208 'KK' yang ada. Sisanya 78 'KK' saat ini diam, dikarenakan sempat memasang tulisan tolak tukar guling akan tetapi disuruh lepas oleh seseorang.

Sementara pihak perhutani Lumajang hingga berita ini ditayangkan, belum berhasil dikonfirmasi. (Hermanto)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Jember - Perseteruan antara ayah tiri dan anak kembali terjadi. Motif dari pertengkaran ini dipicu karena harta...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, meminta pramuka untuk tetap...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Wisata alam Coban Talun telah dibuka kembali mulai 18 Juli 2020 dengan menerapkan protokol...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Demi memverikan waduh kepada para wartawan khususnya bertugas di wilayah...

Komentar