Terungkap ! Dua Pemuda Yang Ikut Digerebek Pesta Inex Bersama 2 Anggota BNN dan Satu Anggota Polisi di Resto Wiraraja Pamekasan, adalah Mantan Presma Salah Satu Perguruan Tinggi di Sumenep

Foto: Dua pemuda sumenep didepan ruang tahanan Mapolres Pamekasan
503
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan – Setelah Tim redaksi memoonline.co.id melakukan penelusuran terkait kasus penggerebegan di resto wiraraja Pamekasan beberapa waktu lalu, Tim redaksi banyak menemukan info baru terkait orang-orang yang diduga ikut digerebek diacara prsta barang haram itu.

Terbukti, selain dua anggota BNN dan satu anggota Polres Sumenep yang digerebek, dan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan Propam, ada dua pemuda lain yang juga ikut digerebek.

Mereka (nama dan identitas serta nama kampus ada pada redaksi) adalah mantan Presiden Mahasiswa (Presma) di salah satu perguruan tinggi di Sumenep.

Dan mereka saat ini sedang menjalani penahanan di Mapolres Pamekasan bersama 10 orang lainnya, selain 2 anggota BNN dan 1 anggota polres Sumenep, guna mempermudah proses penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Bambang Hermanto, saat dikonfirmasi Tim redaksi memoonline.co.id. di kantornya Jum'at (26/6/2020) menerangkan, jika sampai saat ini ke 15 tersangka kasus penggerebegan pesta inex sedang menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.

Sedangkan untuk dua anggota BNN dan satu anggota Polres Sumenep, sudah masuk ke Profesi Pengamanan Kepolisian (Propam).

"Jadi 15 tersangka itu masih ditahan," terangnya.

Menurut Bambang, pihaknya menahan tiga orang tersebut karena ketiganya juga ikut berada di lokasi pada saat penggerebekan. Bahkan Bambang menepis isu dua anggota BNN dan satu anggota polisi dilepas, dengan alasan membawa surat tugas penyelidikan dari instansinya masing-masing.

"Isu dilepas itu tidak benar, kata siapa dilepas, ketiganya juga masih proses pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, dalam aktivitas apapun, pihak Polres Sumenep maupun BNN Sumenep tidak pernah melakukan koordinasi dengan Polres Pamekasan. Bahkan tidak pernah melaporkan jika anggotanya itu ditugaskan di wilayah arek lancor.

 "Kami tidak pernah menerima laporan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BNN Sumenep Bambang Sutrisno mengatakanan, pihaknya tidak melakukan koordinasi dengan dengan Polres Pamekasan karena bukan kasus A1, artinya hanya sebatas penyelidikan. Selain itu pihaknya juga tidak membutuhkan bantuan personil.

"Perlu diketahui, wilayah kerja BNN Sumenep itu di tiga Kabupaten, yakni Sumenep,  Sampang dan Pamekasan. Media saja yang terlalu memojokkan kami," katanya

Demikian pula disampaikan oleh Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, bahkan pihaknya belum menerima laporan terkait beredarnya informasi salah satu anggotanya tertangkap kasus Narkoba di resto wiraraja tersebut.

"Saya belum menerima laporan, kami masih sibuk mengurus serah terima jabatan pak Kapolres," ucap Widiarti melalui saluran telepon. Jum'at (19/6/20) lalu. (Tim/red).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Kasus kekerasan terhadap perempuan belakangan marak...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang teller...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Anggaran pendampingan korban kekerasan bagi anak dan perempuan di...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Hari ini, Sabtu (11/7/2020) pagi, tepatnya di Jalan Raya Tlekung, No.315, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Sampang - Madrasah akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli...

Komentar